Tampilkan postingan dengan label kabarjatim. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kabarjatim. Tampilkan semua postingan

Selasa, 16 Oktober 2018

Peduli Keselamatan, PT. GARAM Bantu Penyiraman Jalan Licin Akibat Garam


Sumenep- Aktifitas kendaraan truk yang mengangkut garam rakyat serta tumpukan garam di pinggir jalan menyebabkan masalah tersendiri bagi masyarakat Desa Karanganyar dan Pinggirpapas. Hal ini dapat dilihat dari tingginya angka kecelakaan akibat jalan licin ketika pagi hari. Titik yang paling rawan berada di tikungan sebelah selatan Balai desa Karanganyar. Hampir setiap pagi atau malam pengendara roda dua terjatuh akibat jalanan licin. Tidak hanya anggota badan saja yang luka-luka, akan tetapi juga kendaraan mereka mengalami kerusakan akibat kejadian tersebut.

Menyikapi hal ini akhirnya Kepala Desa Karanganyar berupaya mencari solusi setelah mendengar banyak masukan dari BPD, Tokoh Pemuda serta keluhan warga pengguna jalan. Salah satu langkah yang dilakukan adalah dengan mengundang berbagai pihak terkait serta pihak PT. Garam selaku BUMN yang beroperasi di desa ini. Pihak PT. Garam diwakili oleh Sumarta,Kasi Kristal PT. GARAM. Sementara dari unsur tokoh pemuda diwakili oleh Herman Wahyudi, SH.

Pertemuan yang membahas masalah jalan licin ini dilaksanakan pada Selasa malam, 16 Oktober 2018 di Balai Desa Karanganyar. Setelah berdiskusi selama beberapa jam hingga jam 21.00 WIB. dicapai beberapa kesepakatan.

Beberapa point kesepakatan disampaikan kepada warga oleh Wakil Ketua BPD Karanganyar Ahmad Jamil, S.Ag.S.Pd melalui sebuah Group WA “Girpapas Karanganyar”. Butir-butir kesepakatan itu antara lain :

  1. Penyiraman Jalan akan ditanggung oleh PT. Garam dan Pemerintah Desa Karanganyar
  2. Penyiraman akan dilakukan dengan menggunakan mobil tangki milik PT. Garam dan bila memungkinkan akan menggunakan mobil Damkar.
  3. Penyiraman pertama akan dilakukan pada Jum’at malam, 19 Oktober 2018. Beberapa titik yang akan disiram adalah mulai depan Masjid Al-Amien Karanganyar hingga ke jembatan di perbatasan Desa Pinggirpapas dan Karanganyar, bahkan hingga beberapa meter ke arah barat yakni jalan yang menuju Desa Nambakor
  4. Penempatan garam akan ditata dengan rapi.
  5. Mengingat ada beberapa pihak yang belum bisa hadir dalam pertemuan tersebut maka akan dilakukan pertemuan lanjutan yang rencananya akan dilaksanakan besok malam di Balai Desa Karanganyar.
Warga sangat antusias menyambut kesepakan dan juga kepedulian PT. Garam. Salah satu warga Karanganyar Heri yang dikenal dengan sebutan Mbah Gondrong  dalam postingan di Group WA menuliskan kegembiraannya dengan kalimat  “ Horre… BERHASIL”. Sementara sebagian lainnya berharap kepedulian berbagai pihak ini bisa terus ditingkatkan demi keselamatan bersama. ( Abu Jamil )


Romeltea Media
Bumi Garam Updated at:

Selasa, 08 Maret 2016

Masjid Jamik Sumenep akan gelar Sholat Gerhana Matahari



Sumenep- Menjelang gerhana matahari yang diperkirakan rabu besok (09/03/2016)  masjid kebanggaan masyarakat Sumenep yaitu Masjid Jamik/Agung Sumenep akan melaksanakan Sholat Gerhana Matahari, Solat sunah ini akan diikuti oleh masyarakat Sumenep dan juga santri dari beberapa pesantren di wilayah kota Sumenep

Sebagaimana diketahui umat muslim dianjurkan untuk melaksanakan shalat gerhana manakala ada fenomena alam yang merupakan tanda dari kebesaran Allah. Sholat gerhana ini rencananya akan dilaksanakan pada pagi hari jam 06.21WIB sampai dengan selesai. Sedangkan yang akan memimpin sholat gerhana matahari ini adalah KH. Ahmad Fadlan Masykuri yang merupakan Pengasuh Ponpes Darurrahman Sumenep dan juga Ketua Ah-Shofwah Al Malikiyyah Niqobah Sumenep.

Romeltea Media
Bumi Garam Updated at:

Sabtu, 23 November 2013

Dahlan Iskan: Pebisnis Bukan Selalu Karena Keturunan


Dahlan Iskan: Pebisnis Bukan Selalu Karena Keturunan
Surabaya (Antara Jatim) - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mengungkapkan bahwa menjadi seorang pebisnis bukan selalu karena keturunan, karena sang anak bisa lebih maju meski tidak sama dengan bisnis orang tua.

"Stigma itu tidak benar dan sudah banyak buktinya bahwa tidak selalu pebisnis sukses karena berasal dari bisnis orang tuanya," ujarnya di sela Seminar Nasional bertajuk "Peran BUMN Dalam Meningkatkan Kewirausahawan Masyarakat" di Graha Wiyata yang digelar di Fakultas Ekonomi Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya, Jumat.

Ia mengakui banyak calon pebisnis, khususnya pebisnis pemula yang mempercayai bahwa usaha yang sukses berasal dari bisnis orang tuanya. Padahal, kata dia, tidak sedikit pebisnis sukses tidak mengikuti jejak usaha orang tuanya.

"Banyak yang percaya warga Tiong Hoa yang menjadi pebisnis karena bapaknya pengusaha. Padahal dari fakta yang saya temukan, itu tidak benar. Sehingga tolong dihapus kesan itu," katanya.

Di samping itu, mantan Direktur Utama Perusahaan Listrik Negara (PLN) tersebut juga meminta semua calon pebisnis menghapus kesan usaha yang besar harus dilalui dengan modal yang besar pula.

Dalam kesempatan tersebut, Dahlan Iskan meminta 10 pebisnis muda untuk menceritakan pengalamannya dalam membuka usaha. Hasilnya, mayoritas semua pebisnis muda tersebut tidak berbekal modal besar dan terbukti mampu mengembangkan usahanya hingga saat ini.

"Kalau yang punya pandangan pebisnis sukses hanya karena modal besar, itu salah dan cuma alasan orang yang malas bekerja saja. Terbukti banyak yang sukses dengan modal pas-pasan," kata dia.

Tidak itu saja, Dahlan Iskan juga mengungkapkan bahwa pebisnis bisa dimulai kapan saja, bukan harus menunggu lulus perguruan tinggi terlebih dahulu.

"Bisa dibuktikan dari contoh 10 pebisnis muda di Untag Surabaya, bahwa mereka berkembang sejak masih SMA dan tidak harus menunggu lulus kuliah. Ini yang harus diubah di mata masyarakat, sehingga memulai usaha harus dimulai kapan saja dan usia berapa saja," kata Dahlan Iskan.

Calon presiden yang mengikuti konvensi Partai Demokrat tersebut juga menyatakan bahwa bisnis tidak terbatas dan bermacam-macam bidangnya. Dengan demikian, setiap orang bisa melakukan usahanya dalam bentuk apapun.

"Bisnis bisa macam-macam dan terbuka dalam bidang apapun. Tidak hanya puluhan, ratusan, tapi ribuan. Selain itu, memulai bisnis tidak perlu khawatir karena tidak ada yang tahu, 10 tahun lagi jadi apa. Bisa semakin sukses atau bahkan beralih ke usaha lainnya," katanya. (*)
sumber : .antarajatim.com

Romeltea Media
Bumi Garam Updated at:

 
back to top