Tampilkan postingan dengan label slide. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label slide. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 18 Juni 2016

SKN Santri Sukorejo Dapat Sambutan Warga

Bumigaram-Sumenep. Sekelompok santri yang tergabung dalam Ikatan Santri Salafiyah Syafi'iyah Sukorejo Situbondo mengadakan kegiatan di Desa Pinggirpapas Kecamatan Kalianget Kabupaten Sumenep. Kegiatan yang dikemas dalam acara Rihlah Ramadlan Santri (SKN) ini  dibuka Sabtu malam 18/06/2016 ba'da sholat taraweh bertempat di halaman RA. Raudlatul Iman Desa Pinggirpapas. Rencananya kegiatan ini akan berlangsung selama kurang lebih 4 hari hingga hari selasa dan akan ditutup dengan pengajian umum.

Dalam pembukaan ini ketua rayon Iksass Sumenep- Pamekasan Elfiyana menyampaikan terimakasih atas sambutan masyarakat terhadap santri yang akan melakukan kegiatan di desa ini. Elfiyana berharap selama kegiatan ini santri dapat belajar banyak hal dari masyarakat sehingga ketika mereka kembali ketengah-tengah masyarakat kelak mereka bisa dengan mudah beradaptasi dan bisa mengamalkan ilmu yang di dapat dari pesantren.

Sementara itu pihak pemerintah desa Pinggirpapas yang diwakili oleh Sekdes Suhrawi menyampaikan respon positif pihak desa dan juga masyarakat.
"Kami sangat bersyukur adik-adik dari Ponpes Sukorejo mengadakan kegiatan keagamaan di desa kami, dan terkait hal ini kami siap mendukung 100% kegiatan ini," ungkap Suhrawi.

Dukungan terhadap kegiatan ini tidak hanya berupa dukungan moril saja akan tetapi juga dukungan materiil.  Masyarakat dan perangkat desa yang hadir dalam pembukaan kegiatan ini mengadakan penggalangan dana yang jumlahnya mencapai hingga 2,8 juta.

Beberapa kegiatan yang akan dilakukan selama kegiatan ini diantaranya adalah Dialog fiqih ibadah, Khatmil Qur'an, Syarwah Kubro, pembacaan Rowatibul Haddad, Pelatihan sholat Tasbih, lomba keagamaan serta beberapa kegiatan lainnya yang akan ditempatkan di beberapa mushollah dan masjid di desa Pinggirpapas. (A.J)

Romeltea Media
Bumi Garam Updated at:

Selasa, 08 Maret 2016

Masjid Jamik Sumenep akan gelar Sholat Gerhana Matahari



Sumenep- Menjelang gerhana matahari yang diperkirakan rabu besok (09/03/2016)  masjid kebanggaan masyarakat Sumenep yaitu Masjid Jamik/Agung Sumenep akan melaksanakan Sholat Gerhana Matahari, Solat sunah ini akan diikuti oleh masyarakat Sumenep dan juga santri dari beberapa pesantren di wilayah kota Sumenep

Sebagaimana diketahui umat muslim dianjurkan untuk melaksanakan shalat gerhana manakala ada fenomena alam yang merupakan tanda dari kebesaran Allah. Sholat gerhana ini rencananya akan dilaksanakan pada pagi hari jam 06.21WIB sampai dengan selesai. Sedangkan yang akan memimpin sholat gerhana matahari ini adalah KH. Ahmad Fadlan Masykuri yang merupakan Pengasuh Ponpes Darurrahman Sumenep dan juga Ketua Ah-Shofwah Al Malikiyyah Niqobah Sumenep.

Romeltea Media
Bumi Garam Updated at:

Sabtu, 09 Januari 2016

Jalan Rusak, Warga Sumbangan Memperbaikinya


Sumenep- Kerusakan jalan merupakan suatu pemandangan yang biasa dan sering kita temui di beberapa tempat di negeri ini. Hal itu juga dialami oleh warga yang tinggal di desa Karanganyar dan Pinggirpapas Kecamatan Kalianget Kabupaten Sumenep Madura. Melihat kondisi jalan yang memprihatinkan khususnya pada musim hujan beberapa orang pemuda dari dua desa ini berinisiatif untuk memperbaikinya.

Berawal dari obrolan santai di media sosial akhirnya pada hari ini, minggu 10 Januari 2016 keinginan baik itu terlaksana. Bahan yang digunakan untuk memperbaiki jalan tersebut memang jauh dari kata standart yang seharusnya batu gunung, kerikil dan tentu saja aspal. Yang mereka lalukan hanya dengan menutup lobang dengan batu kapur yang biasanya digunakan sebagai bahan bangunan rumah. Kendati demikian apa yang dilakukan oleh beberapa orang pemuda yang didukung oleh perangkat desa karanganyar itu disambut positif oleh warga sekitar dan juga pengguna jalan. Bahkan ada beberapa warga yang kemudian memberikan bantuan berupa dana dan minuman. Jalan yang tadinya becek kini sudah mendingan meski tidak mulus seperti jalan aspal.

Apa yang dilakukan oleh beberapa orang yang peduli akan kondisi jalan ini tentu saja tidak berjalan mulus, bahkan ada beberapa orang yang berkomentar miring, namun hal ini tidak menyurutkan langkah mereka untuk berbuat sesuatu yang bermanfaat untuk masyarakat luas. Para pemuda ini berharap apa yang dilakukan ini bisa menggugah kesadaran masyarakat akan pentingnya jalan bagi aktifitas sehari-hari dan sudah saatnya kita tidak lagi bergantung kepada pemerintah atau dinas terkait mengingat di jalan tersebut sudah beberapa kali terjadi kecelakaan kecil.

Dana untuk membeli batu urukan berasal dari beberapa warga dan juga perangkat desa Karanganyar yang juga merasa peduli dengan kondisi jalan tersebut. Mereka berharap pemerintah setempat memperhatikan kondisi jalan di desa mereka. Desa Karanganyar dan Pinggirpapas ini letaknya tidak terlalu jauh dari pusat pemerintahan sumenep yakni hanya berjarak + 15 KM.

Romeltea Media
Bumi Garam Updated at:

Minggu, 14 Juni 2015

SMP/ SMA YAS'A Sumenep Menggelar Acara Wisuda 2015

Bumigaram,Sumenep-Untuk kesekian kalinya SMP dan SMA menggelar acara Silaturrahim dan Wisuda Putra Putri Kelas 3 SMP dan Kelas 3 SMA Tahun Ajaran 2014-2015 . Acara yang berlangsung hari Sabtu, 13/06/15 itu digelar di halaman Masjid Aminah Ponpes Mathaliul Anwar Sumenep.

Dalam acara ini undangan dihadiri oleh wali santri dan berbagai unsur terkait. Acara dimulai jam 08.48 WIB. Sebelum acara dimulai diisi dengan pembacaan beberapa puisi oleh salah seorang wisudawan dari Ponpes Mathaliul Anwar. Wisuda tahun ini diikuti oleh murid yang berasal dari santri Ponpes Mathaliul Anwar dan Ponpes Darur Rahman.

Kepala Sekolah SMA YAS A Moh. Hanto Sudarto dalam sambutannya menyampaikan terimakasih sekaligus memohon maaf atas berbagai kekurangan selama siswa belajar di SMA YAS A. Lebih lanjut Hanto menjelaskan bahwa proses belajar di SMA YASA ngeintegrasikan antara pendidikan intelektual dan pendidikan akhlaq.

“Ujian Nasional tahun ini hanya untuk mengukur dan pemetaan disaat anak akan melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi. Setelah proses wisuda ini kami menyerahkan kembali kepada wali santri.” Ungkapnya. Moh. Hanto Sudarto juga menyampaikan rencananya tahun depan akan ada program khusus BPTQ yaitu program penerjemahan Al Quran melalui Nahwu Shorrof.

Prosesi Wisudawan Wisudawati dibagi dua antara putra dan putri dan diawali dengan sungkem kepada para Kyai keluarga besar Ponpes Mathaliul Anwar. Salah seorang wisudawan dari SMA YASA Moh. Irham Maulana mewakili wisudawan/wisudawati naik ke podium kehormatan untuk menyampaikan ucapan terimakasih kepada orang tua dan guru yang telah yang telah banyak berkorban dalam kelancaran menuntut ilmu dan meminta maaf atas segala kesalahan selama menuntut ilmu dan berharap semoga ilmu yang didapat menjadi ilmu yang manfaat.

Sambutan dari pihak Yayasan disampaikan oleh KH. Mahfud Rahman. Mantan Kepala SMK Negeri 1 Sumenep itu menyampaikan beberapa hal diantaranya berbagai prestasi yang telah dicapai oleh SMP/SMA YASA. Tahun 2015 ini predikat wisudawan dan wisudawati diraih oleh Moh. Irham Maulana dan Ruhmi yang kebetulan keduanya berasal dari desa yang sama yaitu Pinggirpapas.  (AJ)

Romeltea Media
Bumi Garam Updated at:

Selasa, 09 Juni 2015

Haflatul Imtihan Ke-1 Ponpes Darur Rahman Sumenep

Suasana Haflatul Imtihan Ponpes Darur Rahman
Bumigaram,Sumenep- Untuk pertama kalinya Pondok Pesantren Darur Rahman Sumenep menyelenggarakan acara Haflatul Imtihan sejak pesantren ini berdiri pada tahun 2011 lalu. Haflatul Imtihan yang berlangsung pada Sabtu, 6 Juni 2015 itu berlangsung cukup meriah meski hanya dihadiri oleh keluarga besar Ponpes Darur Rahman saja. Panitia sengaja tidak menyebar undangan untuk khalayak ramai mengingat keterbatasan tempat dan juga waktu persiapan yang sangat singkat.

Dalam sambutannya ketua panitia yang diwakili oleh Ustad Moh. Said menyampaikan terimakasih kepada semua pihak yang telah ikut berpartisipasi untuk kelancaran acara. Sementara dalam sambutannya Keluarga Besar Pondok Pesantren Darur Rahman yang disampaikan oleh KH. Ahmad Fadlan Masykuri mengingatkan para santri agar tidak cepat puas dengan apa yang telah dicapai selama ini. Beliau juga menyampaikan beberapa kalam dari guru beliau Abuya As Sayyid Muhammad Alawi Al Maliki  diantaranya”Barangsiapa yang menyangka dirinya sudah sampai, maka sesungguhnya dia belum sampai.” Dan juga kalam Abuya ,” Percuma orang pintar jika tidak disertai dengan akhlaq dan adab”. Oleh karenanya KH. Ahmad Fadlan Masykuri mengingatkan para santri agar senantiasa menjalin hubungan dengan Pondok Pesantren dan tetap memberikan kontribusi positif untuk kemajuan pesantren meski telah lulus dan kembali ke desanya masing-masing.

“Salah satu kalam Abuya yang harus kalian ingat adalah bahwa kalian selamanya adalah Santri, jadi tidak cukup hanya di pesantren saja, dimanapun kalian berada harus tetap mencari ilmu.” Ungkap KH. Ahmad Fadlan Masykuri sebelum mengakhiri sambutannya.

Dalam acara tersebut juga ditampilkan beberapa kreatifitas santri dalam bentuk pementasan Puisi dan Drama. Acara diakhiri dengan do’a yang dipimpin oleh Habib Husein Hamid Al-Khered. Rencananya acara Haflatul Imtihan berikutnya akan melibatkan wali santri dan juga berbagai pihak terkait. (AJ)

Romeltea Media
Bumi Garam Updated at:

Minggu, 31 Mei 2015

PT Garam Tandatangani MoU Pengusutan Kasus Korupsi

Dirut PT Garam Usman Perdanakusuma, Metrotvnews.com/ Amaluddin
PT Garam (Persero) dan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim menandatangani nota kesepakatan bersama atau MoU. MoU itu bertujuan memperlancar proses pengusutan dua kasus dugaan korupsi di lingkungan BUMN.

MOU tersebut ditanda tangani oleh Dirut PT Garam Usman Perdanakusuma dan Kepala Kejati Jatim, Elvis Johnny. Dalam penandatanganan MOU tersebut juga hadir sejumlah pejabat teras PT Garam dan pejabat utama Kejati, terutama bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun) yang digelar di lantai 3 kantor Kejati dan dilaksanakan secara tertutup.

Usman  mengatakan pihaknya menggandeng Kejati untuk mengawal penyerapan penyertaan modal negara (PMN) yang tahun ini diterima PT Garam dari pemerintah sebesar Rp300 miliar. Dana tersebut akan digunakan untuk pembangunan pabrik garam, pengembalian aset, dan pengembangan produksi garam.

"Saat ini PT Garam berencana untuk membangun empat pabrik di Sampang dan Sumenep, juga satu pabrik di Kupang, Nusa Tenggara Timur. Untuk pembangunan pabrik di Sampang dan Sumenep saja membutuhkan dana Rp 400 miliar," kata Usman menandatangani MOU di kantor Kejati, Jalan A. Yani, Surabaya, Senin (13/4/2015).

Dia menambahkan, pembangunan pabrik garam diperlukan untuk menekan importisasi garam industri yang setiap tahun mencapai 2 juta ton. Padahal, setiap tahun Indonesia mengalami surplus sebanyak 1 juta ton garam. "Kita targetkan tahun ini sudah beres," imbuhnya.

Namun dalam rencana tersebut, lanjut dia, pihaknya terbentur terkait penguasaan lahan yang saat ini banyak dimiliki oleh individu secara sepihak. Dan saat ini, kata dia, total lahan yang kini diproses untuk diambil kembali seluas 400 ribu hektare.

"Dalam hal ini kita gandeng Kejati, untuk meminta pertimbangan hukum sekaligus mengawal. Karena ada pihak sengeketa aset dengan kita sampai ke Mahkamah Agung," sambungnya.

Dan beberapa aset berupa lahan dan bangunan milik PT Garam sudah lepas ke pihak swasta setelah sempat terjadi sengketa di pengadilan. Dia mengaku tidak bisa merebut kembali aset yang sudah dimenangkan secara hukum oleh pihak swasta, termasuk aset lahan PT Garam di Salemba, Jakarta, yang kini dikuasai pihak swasta.

"Ini kan sudah proses hukum, jadi kami tidak bisa berbuat apa-apa lagi," tandasnya.

Sekedar diketahui bahwasanya sejak 2013 lalu tiga kasus dugaan penyimpangan di PT Garam diusut Kejati. Pertama yang diusut ialah dugaan penyimpangan penjualan aset lahan milik PT Garam di Salemba, Jakarta. Sempat ada tersangkanya, namun penyidikan kasus ini berakhir antiklimaks. Kasus dihentikan pertengahan 2014 lalu.

Kini, Kejati menyidik dua kasus dugaan korupsi di PT Garam, yakni dugaan penyimpangan penjualan 10 ribu ton garam senilai Rp 2,5 miliar dan dugaan korupsi dana PKBL Rp 93 miliar. Dua kasus ini menyeret Slamet Untung Irredenta, mantan Dirut PT Garam, sebagai tersangka. (Metrotvnews.com)

Romeltea Media
Bumi Garam Updated at:

Kades Jadung Jadi Tuan Rumah Pertemuan Rutin Ikama

Suasana Pengajian Kitab
Bumigaram,Sumenep-Pertemuan kedua di tahun 2015 Ikama (Ikatan Alumni Mathaliul Anwar) kembali digelar minggu, 31 Mei 2015. Kali ini yang menjadi tuan rumah adalah Moh.Syakur selaku Kepala Desa Jadung Kecamatan Dungkek. Meski menempuh jarak puluhan kilometer tidak menyurutkan semangat para Alumni Ponpes Mathaliul Anwar untuk menghadiri acara ini.

Seperti biasa pertemuan ini dihadiri oleh Pengasuh Ponpes Mathaliul Anwar KH. Abus Suyuf Ibnu Abdillah. Selain itu pertemuan kali ini juga dihadiri oleh salah satu alumni yang menjabat sebagai Bupati Sumenep KH. Busyro Karim. Acara diawali dengan Khatmil Qur'an dan Doa yang dikhususkan untuk Pendiri Ponpes Mathaliul Anwar KH. Abdullah Bin Husein. Selanjutnya pembacaan sholawat dibacakan oleh K.Abdul Qomar dari Desa Pagarbatu Kecamatan Saronggi.

Sekretaris Ikama Ustad Badri kemudian memberikan kesempatan kepada ketua Ikama untuk menyampaikan sambutan. KH. Ahmad Rasidi selaku ketua Ikama dalam sambutannya mengajak para alumni untuk terus mendoakan pengasuh agar selalu diberi kesehatan.
Para alumni dalam kesempatan ini juga mengikuti Pengajian Kitab oleh KH. Abus Suyuf Ibnu Abdillah.

Romeltea Media
Bumi Garam Updated at:

Selasa, 19 Mei 2015

Arus Deras Hanyutkan Nelayan dan Pagannya


Bumigaramnews,Sumenep- Arus bawah laut yang cukup deras Jum'at (20/02/15) dini hari menghanyutkan beberapa pagan beserta nelayan yang berada di atasnya. Kejadian ini menimpa beberapa nelayan asal desa Pinggirpapas Kecamatan Kalianget. Moh.Sadik salah satu warga yang ikut hanyut menuturkan dia dan  seorang temannya yang berada di atas pagan sempat menangis saat arus deras disertai angin membawa pagannya sejauh puluhan kilometer sebelum akhirnya ditemukan oleh nelayan lain yang berusaha mencari keberadaan mereka beberapa jam setelah sempat terombang-ambing di lautan. Sedangkan nelayan lainnya Ahmad tidak mengetahui pagannya hanyut karena saat kejadian dirinya dan teman-temannya telah pulang pada tengah malam, sementara kejadian berlangsung saat dini hari. Dalam kejadian ini sedikitkan sepuluh pagan hanyut.
Pagan-pagan yang hanyut letaknya berada di laut diantara wilayah Desa Tanjung dan Giligenting. Sebelumnya beberapa hari terakhir para nelayandi wilayah desa Pinggirpapas dan Karanganyar merasa senang karena hasil tangkapan ikan mereka lumanyan banyak hingga bernilai jutaan rupiah. Mereka berharap kejadian ini tidak terulang lagi mengingat biaya untuk pembuatan satu pagan saja membutuhkan dana hingga sepuluh juta rupiah. (Aby)

Romeltea Media
Bumi Garam Updated at:

Senin, 19 Januari 2015

Sungkono Sidik Hadiri Peringatan Maulid Nabi di Desa Karanganyar

Sumenep-Memasuki hari ke 19 di bulan Januari 2015 warga Desa Karanganyar Kec.Kalianget Kabupaten Sumenep seperti biasa memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Puncak acara peringatan maulid tahun ini ditempatkan di Mesjid Al-Amien Desa Karanganyar dan dihadiri oleh  warga dari Desa Karanganyar, Pinggirpapas dan desa sekitarnya..
Peringatan Maulid Nabi kali ini terasa istimewa, hal ini karena peringatan kali ini dihadiri oleh Wakil Bupati Sumenep Sungkono Sidik. Selain dihadiri Wakil Bupati acara ini juga di isi dengan tausiyah yang disampaikan oleh DR. KH. Imam Mawardi.
Dalam tausiyahnya KH. Imam Mawardi menyampaikan tentang meneladani sikap Rasulullah dan bagaimana memaknai dan melaksakan berbagai macam ibadah sebagai wujud kecintaan kita kepada Allah dan Rasul-Nya.

Romeltea Media
Bumi Garam Updated at:

Jumat, 21 November 2014

Sampah Kembali Memenuhi Sungai Pinggirpapas

Kondisi sungai di Dusun Dhalem
bumigaram,Sumenep- Setelah sempat dikeruk beberapa bulan lalu keadan sungai di pinggiran desa Pinggirpapas kec. Kalianget tepatnya di sebelah barat dusun Kauman dan Dusun Dhalem kembali dipenuhi berbagai macam sampah. Sebelumnya pada bulan Juni 2014 lalu sungai ini dikeruk setelah puluhan tahun dibiarkan dangkal dan dipenuhi sampah serta mengalami penyempitan.
Kondisi sungai sempat terlihat bersih beberapa hari ketika baru selesai dikeruk, namun hal ini tidak berlangsung lama karena warga setempat  kurang menyadari akan pentingnya lingkungan yang bersih dan sehat. Umumnya warga  membuang sampah sembarangan dan parahnya sampah-sampah tersebut kemudian dilempar begitu saja ke sungai. Sejauh ini belum terlihat upaya pemerintah desa setempat untuk mengatasi permasalahan ini.

Romeltea Media
Bumi Garam Updated at:

Jumat, 01 Agustus 2014

Tim Jokowi-JK Bertemu Petani Garam




bumigaram,Sumenep- Usai penetapan KPU yang memenangkan pasangan Jokowi –JK sebagai Presiden dan Wakil Presiden  beberapa waktu lalu tidak membuat Tim Kampanye kemudian duduk dan berdiam diri. Mereka terus bekerja dan membuktikan kepada masyarakat bahwa  perjuangan belum berakhir. Seperti yang dilakukan oleh salah satu tim Jokowi-JK Zuhairi B. Misrawi yang bertemu perwakilan petani garam di Desa Karanganyar dan Pinggirpapas Kecamatan Kalianget . Pria yang akrab disapa Gus Mis ini hadir dalam acara “Serap Aspirasi Tim Jokowi Bersama Petani Garam”  Jum’at, 01/08/2014.
Dalam acara yang dihadiri puluhan perwakilan petani garam itu Zuhairi banyak mendapat usulan dan keluhan dari petani garam tentang  berbagai hal yang berkaitan dengan petani dan produksi garam.
“Selama ini kami sudah cukup mendapat janji, apakah pertemuan kali ini sama saja dengan yang lalu-lalu.??” Tanya seorang petani dengan nada pesimis.
Dengan mantap Zuhairi B. Misrawi menjawab bahwa kepemimpinan mendatang dibawah kendali Jokowi akan lebih responsif terhadap berbagai persoalan yang ada.
“Kami tidak main-main, orang-orang yang nantinya berada di jajaran kabinet adalah orang-orang muda yang siap bekerja dan siap turun kebawah. Percayalah bahwa Bapak Jokowi akan tetap blusukan kebawah untuk memastikan bahwa program yang dicanangkan benar-benar tepat sasaran.”
Selain menyerap aspirasi petani garam Zuhairi juga mengharapkan agar dalam Pilkada tahun depan 2015 petani dan warga Sumenep memilih pemimpin Sumenep yang mau turun dan mendengar langsung keinginan rakyat.
Lebih lanjut Zuhairi mengatakan bahwa kedepan Madura khususnya Sumenep wajib punya lembaga perguruan tinggi seperti Institut Pertanian Sumenep, Institut Kelautan Sumenep, dan juga SMK Garam yang fokus dalam pengembangan teknologi yang berkaitan dengan produksi garam. Selain itu tokoh muda NU dan kader PDIP kelahiran Kapedi Sumenep ini juga menyarankan agar masyarakat petani garam khususnya kaum mudanya berfikir tentang ekonomi kreatif untuk mengurangi pengangguran di musim hujan. (Aby)

Romeltea Media
Bumi Garam Updated at:

Senin, 28 Juli 2014

Mengintip Idul Fitri di Desa Pinggirpapas




bumigaram,sumenep -Lain ladang lain belalang, lain lubuk lain ikannya” begitulah kata pepatah yang berarti beda tempat beda adat istiadatnya. Seperti umat islam pada umumnya usai puasa ramadhan berakhir warga Desa Pinggirpapas juga larut dalam perayaan hari kemenangan yaitu Hari Raya Idul Fitri atau warga setempat menyebutnya “Tellasan”.
Sebelumnya dalam menjalankan ibadah puasa di desa ini ada keyakinan kuat yang tetap dipertahankan oleh beberapa warga dalam menentukan  awal ramadhan. Setiap tahun di desa ini biasanya ada tiga atau dua hari yang berbeda dalam menentukan awal puasa. Puasa pertama yang memulai lebih awal disebut sebagai golongan “Poasaan se toa”( Puasanya orang tua). Golongan ini punya patokan sendiri dalam menentukan awal Ramadhan. Selanjutnya golongan yang kedua melaksanakan puasa keesokan harinya. Puasa golongan ini disebut sebagai “Poasaan se Ngodha”(puasanya orang muda). Dan yang terakhir adalah golongan yang tetap patuh pada ketentuan yang ditetapkan oleh Departemen Agama. Puasa golongan yang terakhir ini disebut “Poasaan Pangulo” (Puasanya Penghulu) atau “Poasaan pamarentah” (Puasanya Pemerintah). Terkadang awal puasa golongan yang kedua bersaman dengan puasa yang mengikuti keputusan Departemen Agama, karena golongan “Poasaan se ngodha” pasti melaksanakan puasa satu hari setelah “Poasaan se toa”.
Begitupun dalam menentukan akhir ramadhan biasanya golongan yang ikut “Poasaan se toa” akan mengakhiri puasa lebih awal dari ketentuan yang ditetapkan Departemen Agama. Akan tetapi dalam hal melaksanakan sholat Idul fitri mereka tetap mengikuti sholat pada hari yang ditentukan pemerintah. Tradisi menyambut Lebaran di desa Pinggirpapas diawali pada dini hari yaitu “Nyekar” (ziarah kubur) ke makam leluhur dan ke makam anggota keluarga lainnya. Selain mendo’akan ahli kubur mereka juga membawa kembang dan juga air yang dicampur bedak tradisional untuk disiramkan atau dipercikkan ke batu nisan.
Usai melaksanakan Sholat Idul Fitri di Mesjid dan Mushalla dimulailah tradisi sungkeman atau yang disebut sebagai “ Bhattean”. Warga yang lebih muda akan mendatangi kerabat yang lebih tua untuk “Abhatte”. Tradisi “bhattean” ini di dominasi mereka yang berusia antara 5 hingga 40 tahun. Sementara yang berusia diatas itu biasanya berdiam diri di rumah untuk menyambut kerabatnya yang lebih muda. Kemeriahan suasana “bhattean” akan terlihat pada sore hingga malam hari. Berbeda dengan di tempat lain tradisi “bhattean” di desa ini hanya berlangsung satu hari. Namun bagi yang mempunyai kerabat diluar daerah mereka tetap membuka pintu hingga beberapa hari. Idul Fitri tahun 2014 ini bertepatan dengan musim kemarau, praktis suasana tak begitu ramai. Maklum hampir separuh atau bahkan lebih penduduk di desa ini jika musim kemarau mereka bekerja diluar desanya dan di wilayah Jawa Timur seperti Surabaya, Gresik, Sidoarja dan lain-lain. Mereka rata-rata bekerja sebagai pengggarap lahan garam dan baru pulang ketika kemarau sudah berakhir. (Aby)

Romeltea Media
Bumi Garam Updated at:

Selasa, 15 Juli 2014

“Demam Jakarta” Merebak di Desa Penghasil Garam




bumigaram,Sumenep- Ungkapan “Sekejam-Kejamnya Ibu Tiri, Lebih Kejam Ibu Kota” rupanya tidak berlaku bagi sebagian warga di kepulauan Sumenep yang meraup keuntungan dari kerja keras mereka di Jakarta. Awalnya hanya beberapa orang, namun lambat laun mayoritas wargapun mulai ketagihan untuk mengadu nasib ke ibukota. Tak heran jika sebagian besar warga di kepulauan Sumenep seperti Gili Raja, Gili Genteng dan Talango meningkat taraf ekonominya karena merantau ke Jakarta. Rumah-rumah mewahpun kemudian bermunculan di pulau-pulau ini. Tak cukup itu saja kendaraanpun bertebaran seperti mobil mewah dan juga motor keluaran terbaru yang harganya tergolong mahal.

Umumnya mereka bekerja sebagai pemilik dan penjaga toko dan warung-warung kecil di Jakarta yang menjual berbagai macam kebutuhan sehari-hari seperti sembako dan lainnya. Mereka tersebar di berbagai wilayah di Jakarta hingga Tangerang. Penghasilan mereka berkisar antara 6 hingga 9 juta perbulan. Jika omset perhari mencapai 2 hingga 3 juta, maka keuntungan mereka mencapai 10 %. Kabar kesuksesan orang-orang inipun akhirnya merambah sampai ke desa penghasil garam seperti Karanganyar dan Pinggirpapas. Ini bermula dari mereka yang suami atau istrinya adalah warga kepulauan seperti Talango. Warga yang merantau ini disebut oleh warga setempat dengan istilah “Jakartaan”. Jika ada orang yang mengobrol tentang “Jakartaan” maka yang terbayang adalah rumah mewah, mobil dan motor mewah, serta berbagai aset besar lainnya.

Fenomena “Jakartaan” ini mulai merebak di Karanganyar dan Pinggirpapas dalam beberapa tahun terakhir. Hingga saat ini puluhan warga Desa Pinggirpapas misalnya sudah berada di ibukota Jakarta untuk mengadu nasib. Warga desa Pinggirpapas yang umumnya bekerja sebagai petani garam mulai melirik untuk alih profesi sebagai penjaga warung di Jakarta. Memang menjanjikan penghasilan di Ibukota ini, bahkan mengalahkan gaji TKI yang bekerja di luar negeri seperti Malaysia. Biasanya warga yang bekerja ke Jakarta menitipkan anaknya kepada keluarga yang masih tinggal di desa, kecuali yang masih balita yang terpaksa harus ikut serta orang tuanya. Jumlah warga Karanganyar dan Pinggirpapas dipastikan akan terus bertambah banyak yang ke Jakarta dalam beberapa tahun kedepan. Tak heran jika musim kemarau Desa ini semakin lengang penduduknya. Maklum jika musim kemarau hampir separuh atau bahkan lebih warga dua desa ini merantau keluar daerah untuk menjadi petani garam.

Entah sampai kapan “magnet Jakarta” akan berhenti menyedot warga dua desa ini. Yang pasti selama penghasilan dari bekerja di Jakarta tetap menjanjikan, maka selama itu pula warga di Sumenep dan daerah lain di Indonesia akan terus mengalir ke Jakarta. (Aby)

Romeltea Media
Bumi Garam Updated at:

Senin, 30 Juni 2014

Jalan Tak Kunjung diperbaiki, Warga Menghadang Truk PT.Garam




Bumigaram,Sumenep- Beberapa orang warga dari tiga desa di Kecamatan Kalianget yaitu Desa Marengan, Karanganyar dan Pinggirpapas menghadang  Truk yang memuat garam curah milik PT.Garam (Persero) Senin,30/06/2014. Hal ini dilakukan karena bentuk kekesalan warga dengan kondisi jalan rusak di desa mereka dan juga banyaknya ceceran garam di sepanjang jalan ketika musim kemarau. Warga menuntut agar pihak BUMN tersebut bertanggung jawab terhadap kerusakan jalan di tempat mereka.

Sempat terjadi ketegangan antara warga dengan satpam PT.Garam (Persero) sebelum akhirnya truk dibiarkan lewat. Perwakilan PT.Garam (Persero) mengatakan pihaknya siap menyampaikan masalah itu pada bagian teknik, dan meminta masyarakat membicarakan hal itu dengan kepala dingin.

Merasa tidak puas dengan penjelasan Pihak PT.Garam (Persero) beberapa orang pemuda Desa Karanganyar menemui Kepada Desa mereka di Balai Desa Karanganyar. Dalam pertemuan antara Kepala Desa dan elemen pemuda Karanganyar itu Kepala Desa H.Suharto Hadi,SH.setuju terhadap tuntutan warga yaitu meminta agar ada perbaikan jalan dan melarang truk bermuatan garam curah, namun pihaknya meminta agar disampaikan dengan cara yang benar dan tidak melakukan hal-hal yang melanggar hukum.

Romeltea Media
Bumi Garam Updated at:

 
back to top