Rabu, 11 September 2019

FKP Menggelar Acara Santunan Anak Yatim



 Untuk pertama kalinya kelompok masyarakat  yang tergabung dalam Forum Karanganyar Peduli ( FKP) menggelar acara Santunan anak yatim piatu Selasa, 10 September 2019. Acara ini ditempatkan di Musholla Al Mansyur desa Karanganyar Kecamatan Kalianget Kabupaten Sumenep.

Acara santunan anak yatim piatu ini rencananya akan dilaksanakan setiap bulan, dan pada bulan pertama kali ini dana yang berhasil dikumpulkan dari para dunator berjumlah 7.855.000,-. Mastuki salah satu panitia sekaligus protokol acara berharap semoga tingkat partisipasi masyarakat dalam kegiatan sosial ini akan terus meningkat, sehingga kedepan akan lebih banyak lagi anak yatim piatu yang akan menerima santunan, tidak hanya di desa Karanganyar saja namun bisa menjangkau beberapa desa di sekitarnya.

Pendiri Forum Karanganyar Peduli ( FKP) Hj. Mariyatul Kiptiyah menjelaskan FKP terbentuk sehari sebelum peringatan hari kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 74 yakni pada tanggal 16 Agustus 2019. FKP terbentuk berawal dari sosmed tepatnya di Group WhatsApp ( WA ) yang sebelumnya bernama ‘Karanganyarku Bangkit”. Visi dan Misi Forum Karanganyar Peduli ( FKP) ini adalah ingin menciptakan keharmonisan dan kesejahteraan sosial warga Desa Karanganyar melalui kegiatan berbagi yang berpedoman pada nilai-nilai sosial masyarakat.

Dalam penyerahan santunan anak yatim ini juga di isi dengan tausyiah singkat oleh Habib Jakfar Ahmad Al Jufri dari Kota Sumenep. Habib Jakfar mengajak para donatur dan undangan yang hadir untuk terus berkarya dan berbuat dan berharap forum ini bisa diwariskan dan dilanjutkan oleh generasi mendatang.

H. Syafiuddin selaku perwakilan Forum Karanganyar Peduli ingin mengajak untuk melakukan kegiatan sodaqoh bersama dan juga mengisi tempat-tempat ibadah. Selain dihadiri masyarakat  kegiatan pertama ini juga dihadiri oleh para calon kepala desa yaitu H. Suharto Hadi, Moh. Zaini dan Masmito . Acara ditutup dengan pembacaan doa oleh H. Imam Mansyur selaku pengasuh Musholla Al-Mansyur Desa Karanganyar. (Abu Jamil )

Romeltea Media
Bumi Garam Updated at:

Selasa, 16 Oktober 2018

Peduli Keselamatan, PT. GARAM Bantu Penyiraman Jalan Licin Akibat Garam


Sumenep- Aktifitas kendaraan truk yang mengangkut garam rakyat serta tumpukan garam di pinggir jalan menyebabkan masalah tersendiri bagi masyarakat Desa Karanganyar dan Pinggirpapas. Hal ini dapat dilihat dari tingginya angka kecelakaan akibat jalan licin ketika pagi hari. Titik yang paling rawan berada di tikungan sebelah selatan Balai desa Karanganyar. Hampir setiap pagi atau malam pengendara roda dua terjatuh akibat jalanan licin. Tidak hanya anggota badan saja yang luka-luka, akan tetapi juga kendaraan mereka mengalami kerusakan akibat kejadian tersebut.

Menyikapi hal ini akhirnya Kepala Desa Karanganyar berupaya mencari solusi setelah mendengar banyak masukan dari BPD, Tokoh Pemuda serta keluhan warga pengguna jalan. Salah satu langkah yang dilakukan adalah dengan mengundang berbagai pihak terkait serta pihak PT. Garam selaku BUMN yang beroperasi di desa ini. Pihak PT. Garam diwakili oleh Sumarta,Kasi Kristal PT. GARAM. Sementara dari unsur tokoh pemuda diwakili oleh Herman Wahyudi, SH.

Pertemuan yang membahas masalah jalan licin ini dilaksanakan pada Selasa malam, 16 Oktober 2018 di Balai Desa Karanganyar. Setelah berdiskusi selama beberapa jam hingga jam 21.00 WIB. dicapai beberapa kesepakatan.

Beberapa point kesepakatan disampaikan kepada warga oleh Wakil Ketua BPD Karanganyar Ahmad Jamil, S.Ag.S.Pd melalui sebuah Group WA “Girpapas Karanganyar”. Butir-butir kesepakatan itu antara lain :

  1. Penyiraman Jalan akan ditanggung oleh PT. Garam dan Pemerintah Desa Karanganyar
  2. Penyiraman akan dilakukan dengan menggunakan mobil tangki milik PT. Garam dan bila memungkinkan akan menggunakan mobil Damkar.
  3. Penyiraman pertama akan dilakukan pada Jum’at malam, 19 Oktober 2018. Beberapa titik yang akan disiram adalah mulai depan Masjid Al-Amien Karanganyar hingga ke jembatan di perbatasan Desa Pinggirpapas dan Karanganyar, bahkan hingga beberapa meter ke arah barat yakni jalan yang menuju Desa Nambakor
  4. Penempatan garam akan ditata dengan rapi.
  5. Mengingat ada beberapa pihak yang belum bisa hadir dalam pertemuan tersebut maka akan dilakukan pertemuan lanjutan yang rencananya akan dilaksanakan besok malam di Balai Desa Karanganyar.
Warga sangat antusias menyambut kesepakan dan juga kepedulian PT. Garam. Salah satu warga Karanganyar Heri yang dikenal dengan sebutan Mbah Gondrong  dalam postingan di Group WA menuliskan kegembiraannya dengan kalimat  “ Horre… BERHASIL”. Sementara sebagian lainnya berharap kepedulian berbagai pihak ini bisa terus ditingkatkan demi keselamatan bersama. ( Abu Jamil )


Romeltea Media
Bumi Garam Updated at:

Selasa, 13 September 2016

Pedoman Dasar Menulis Berita

Berikut ini pedoman dasar menulis berita yang disarikan dari laman Teacher Vision, "Basic Journalism".

Piramida Terbalik. Tulisan jurnalistik hendaknya bergaya piramida terbalik (inverted pyramid). Bagian atas (awal tulisan) hanya terdiri dari satu atau dua laimat yang berisi informasi terpenting; ini yang disebut teras (lead) berita. Bagian berikutnya berisi informasi penjelas atau detail informasi.

Summary lead (teras berita kesimpulan), yakni inti berita, disampaikan di bagian paling awal.
Nada Tulisan (Tone): Tugas Anda sebagai reporter adalah melaporkan fakta dan opini orang lain dan tidak memasukkan opini Anda pribadi kedalam berita (leave your own opinions out of the story). Jika ingin beropini atau menilai suatu peristiwa, ada jenis tulisan tersendiri, yaitu artikel opini dan/atau editorial (tajukrencana/opini redaksi).

Berbagai Sumber (Multiple Sources): Makin banyak orang yang berbicara (diwawancara) akan membuat berita Anda kian baik. Anda bisa menggunakan kutipan langsung (direct quotes) atau menuliskannya dengan kata-kata sendiri (paraphrase) yang dikatakan narasumber, tapi harus selalu ingat untuk mengidentifikasi sumber (who says what).

Penyusunan Kalimat. Kalimat dalam berita hendaknya terdiri dari 20-28 kata. Kian pendek, kian baik. Pembaca selalu menyukai kalimat dan tulisan ringkas. 
5W1H: berita lengkap menjawab pertanyaanwho (siapa), what (apa), why (kenapa), where (di mana), when (kapan), dan how (bagaimana).

Lead: Pembuka berita, awal naskah berita setelah judul. Biasanya sebuah ringkasan tentang informasi terpenting.

Headline: Judul atau "penarik perhatian" di atas isi tulisan (berita). Hindari judul berita berupa kalimat tanya karena kalimat tanya bukan menyampaikan informasi.

Angle: Sudut pandang (point of view) tertentu atau cara memandang sebuah peristiwa.

Fact-checking: Periksa (cek) bahwa fakta-fakta dalam berita benar adanya, termasuk penulisan nama, jabatan, lembaga.

Pedoman dasar menulis berita di atas hanyalah sebagian dari sekian pedoman penting dalam menulis berita. Yang paling sering dilanggar oleh wartawan pemula dan/atau "wartawan amatir" adalah soal nada tulisan. Wasalam. (www.romelteamedia.com).*

Romeltea Media
Bumi Garam Updated at:

Senin, 04 Juli 2016

Organisasi Metro Bolys Salurkan Bantuan Untuk Anak Yatim

Sumenep- Untuk kesekian kalinya organisasi Pemuda Kreatif Metrobolys menggelar acara Bakti Sosial Santunan anak yatim. Acara ini berlangsung pada hari Senin, 04/07/2016 dan ditempatkan di RA.Raudlatul Iman desa Pinggirpapas Kecamatan Kalianget Kabupaten Sumenep. Dalam acara tersebut Pemuda Kreatif Metro Bolys (PKMB) mengundang puluhan anak yatim yang berasal dari desa Pinggirpapas.

Bantuan terhadap anak-anak yatim ini berupa uang dan juga alat tulis mengingat usia anak-anak ini masih dalam usia wajib belajar dan menjelang tahun ajaran baru. Ketua Umum Metro Bolys Syaiful Rahman berharap bantuan yang tidak seberapa ini berguna bagi anak-anak yatim. Pihaknya juga menyampaikan terimakasih kepada berbagai pihak khususnya para donatur yang telah berpartisipasi dalam acara tersebut.

Organisasi pemuda Metro Bolys ini memang sering menggelar acara dan juga kegiatan yang dirasakan manfaatnya oleh warga desa Pinggirpapas. Sebelumnya organisasi ini telah melaksanakan berbagai kegiatan diantaranya kerja bakti membersihkan rumput di pemakaman umum, mengadakan acara keagamaan seperti peringatan Maulid Nabi serta kegiatan rutin dibulan Ramadhan berupa Bakti Sosial santunan anak yatim seperti yang dilaksanakan tahun ini.

Romeltea Media
Bumi Garam Updated at:

Sabtu, 18 Juni 2016

SKN Santri Sukorejo Dapat Sambutan Warga

Bumigaram-Sumenep. Sekelompok santri yang tergabung dalam Ikatan Santri Salafiyah Syafi'iyah Sukorejo Situbondo mengadakan kegiatan di Desa Pinggirpapas Kecamatan Kalianget Kabupaten Sumenep. Kegiatan yang dikemas dalam acara Rihlah Ramadlan Santri (SKN) ini  dibuka Sabtu malam 18/06/2016 ba'da sholat taraweh bertempat di halaman RA. Raudlatul Iman Desa Pinggirpapas. Rencananya kegiatan ini akan berlangsung selama kurang lebih 4 hari hingga hari selasa dan akan ditutup dengan pengajian umum.

Dalam pembukaan ini ketua rayon Iksass Sumenep- Pamekasan Elfiyana menyampaikan terimakasih atas sambutan masyarakat terhadap santri yang akan melakukan kegiatan di desa ini. Elfiyana berharap selama kegiatan ini santri dapat belajar banyak hal dari masyarakat sehingga ketika mereka kembali ketengah-tengah masyarakat kelak mereka bisa dengan mudah beradaptasi dan bisa mengamalkan ilmu yang di dapat dari pesantren.

Sementara itu pihak pemerintah desa Pinggirpapas yang diwakili oleh Sekdes Suhrawi menyampaikan respon positif pihak desa dan juga masyarakat.
"Kami sangat bersyukur adik-adik dari Ponpes Sukorejo mengadakan kegiatan keagamaan di desa kami, dan terkait hal ini kami siap mendukung 100% kegiatan ini," ungkap Suhrawi.

Dukungan terhadap kegiatan ini tidak hanya berupa dukungan moril saja akan tetapi juga dukungan materiil.  Masyarakat dan perangkat desa yang hadir dalam pembukaan kegiatan ini mengadakan penggalangan dana yang jumlahnya mencapai hingga 2,8 juta.

Beberapa kegiatan yang akan dilakukan selama kegiatan ini diantaranya adalah Dialog fiqih ibadah, Khatmil Qur'an, Syarwah Kubro, pembacaan Rowatibul Haddad, Pelatihan sholat Tasbih, lomba keagamaan serta beberapa kegiatan lainnya yang akan ditempatkan di beberapa mushollah dan masjid di desa Pinggirpapas. (A.J)

Romeltea Media
Bumi Garam Updated at:

Senin, 28 Maret 2016

Petik Laut Nelayan 2 Desa


Pinisepuh Desa Pinggirpapas berdoa
Bumigaram-Sumenep. Seperti tahun-tahun sebelumnya warga dua desa yakni Karanganyar dan Pinggirpapas yang tergabung dalam kelompok nelayan pagan kembali mengadakan acara ritual "Petik Laut". Acara ini berlangsung pada hari Sabtu, 26/03/16 yang dipusatkan di pelabuhan Karanganyar dan Pinggirpapas.

Acara ini dimulai pada pukul 08.00 WIB dengan diawali dzikir dan doa bersama yang dipimpin oleh tokoh agama setempat KH.Mahbub Ilahi serta dilanjutkan dengan doa bersama yang dilakukan oleh para pinisepuh desa Pinggirpapas. Usai pembacaan do'a acara yang dihadiri oleh nelayan dan unsur pemerintahan desa serta kecamatan itu kemudian dilakukan larung sesaji dengan beberapa perahu nelayan yang diarak ke tengah lautan.

Dengan kegiatan ini warga berharap rezeki yang mereka dapatkan semakin bertambah dan barokah. Rangkaian acara Petik laut ini akan ditutup dengan pagelaran seni Ludruk Rukun Famili yang akan diadakan tanggal 28 Maret 2016.(OE)

Romeltea Media
Bumi Garam Updated at:

Minggu, 27 Maret 2016

Rekanan PT Garam Ditahan Kejati Jatim Diduga Korupsi Uang Petani Garam


Rekanan PT Garam Ditahan Kejati Jatim Diduga Korupsi Uang Petani Garam 
Surabaya - Tindak Pidana Korupsi Kejaksaan Tinggi Jawa Timur kembali menahan tersangka yang diduga memakan uang petani garam senilai Rp 3,9 milliar. Hari ini, Syaiful Rahman (35) pengusaha asal Sumenep menjadi orang yang keenam ditahan kejaksaan, karena korupsi uang untuk petani garam.

"Hari ini kita lakukan penahanan terhadap tersangka tipikor pada kasus dana PKBL (program kemitraan dan bina lingkungan)," kata Kasi Penkum Kejati Jatim Romy Arizyanto di gedung kejati, Jalan A Yani, Surabaya, Rabu (24/2/2016).

Romy menerangkan, pidsus Kejati Jatim menyelidiki kasus dugaan korupsi pada dana PKBL tahun anggaran 2008-2012 total senilai Rp 93,8 milliar. Dari nilai program tersebut, BPKP melakukan audit dan menemukan kerugian negara sekitar Rp 3,9 milliar.

Dari kerugian negara tersebut, sekitar Rp 1,7 milliar diterima tersangka Syaiful Rahman, pemilik UD Mega Rahman.

"Dana PKBL seharusnya untuk petani. Tapi tersangka yang bukan petani garam ini menerima dana tersebut. Itu nggak boleh," tuturnya.

Syaiful Rahman yang tidak mau mengenakan baju tahanan Kejati Jatim dan tidak mau dikawal provost kejaksaan ini mengaku dirinya tidak bersalah pada kasus dana PKBL.

"Saya tidak bersalah," katanya sambil digelendang masuk kee mobil tahanan kejati dan dikirim ke Rutan Klas I Medaeng, Waru, Sidoarjo.

Kasus tipikor dana PKBL ini sudah menjebloskan total enam tersangka. Syaiful adalah tersangka yang keenam. Sedangkan tersangka lainnya adalah mantan pejabat PT Garam diantaranya, Slamet Untung (mantan Direktur Utama), Yulian Lintang (mantan Dirut), Ahmad Fauzi, Sudarto, Muksin, ketiganya adalah mantan Kabag PKBL PT Garam.
(roi/fat)

Sumber : http://news.detik.com/berita-jawa-timur/3150257/rekanan-pt-garam-ditahan-kejati-jatim-diduga-korupsi-uang-petani-garam

Romeltea Media
Bumi Garam Updated at:

Selasa, 08 Maret 2016

Masjid Jamik Sumenep akan gelar Sholat Gerhana Matahari



Sumenep- Menjelang gerhana matahari yang diperkirakan rabu besok (09/03/2016)  masjid kebanggaan masyarakat Sumenep yaitu Masjid Jamik/Agung Sumenep akan melaksanakan Sholat Gerhana Matahari, Solat sunah ini akan diikuti oleh masyarakat Sumenep dan juga santri dari beberapa pesantren di wilayah kota Sumenep

Sebagaimana diketahui umat muslim dianjurkan untuk melaksanakan shalat gerhana manakala ada fenomena alam yang merupakan tanda dari kebesaran Allah. Sholat gerhana ini rencananya akan dilaksanakan pada pagi hari jam 06.21WIB sampai dengan selesai. Sedangkan yang akan memimpin sholat gerhana matahari ini adalah KH. Ahmad Fadlan Masykuri yang merupakan Pengasuh Ponpes Darurrahman Sumenep dan juga Ketua Ah-Shofwah Al Malikiyyah Niqobah Sumenep.

Romeltea Media
Bumi Garam Updated at:

Sabtu, 09 Januari 2016

Jalan Rusak, Warga Sumbangan Memperbaikinya


Sumenep- Kerusakan jalan merupakan suatu pemandangan yang biasa dan sering kita temui di beberapa tempat di negeri ini. Hal itu juga dialami oleh warga yang tinggal di desa Karanganyar dan Pinggirpapas Kecamatan Kalianget Kabupaten Sumenep Madura. Melihat kondisi jalan yang memprihatinkan khususnya pada musim hujan beberapa orang pemuda dari dua desa ini berinisiatif untuk memperbaikinya.

Berawal dari obrolan santai di media sosial akhirnya pada hari ini, minggu 10 Januari 2016 keinginan baik itu terlaksana. Bahan yang digunakan untuk memperbaiki jalan tersebut memang jauh dari kata standart yang seharusnya batu gunung, kerikil dan tentu saja aspal. Yang mereka lalukan hanya dengan menutup lobang dengan batu kapur yang biasanya digunakan sebagai bahan bangunan rumah. Kendati demikian apa yang dilakukan oleh beberapa orang pemuda yang didukung oleh perangkat desa karanganyar itu disambut positif oleh warga sekitar dan juga pengguna jalan. Bahkan ada beberapa warga yang kemudian memberikan bantuan berupa dana dan minuman. Jalan yang tadinya becek kini sudah mendingan meski tidak mulus seperti jalan aspal.

Apa yang dilakukan oleh beberapa orang yang peduli akan kondisi jalan ini tentu saja tidak berjalan mulus, bahkan ada beberapa orang yang berkomentar miring, namun hal ini tidak menyurutkan langkah mereka untuk berbuat sesuatu yang bermanfaat untuk masyarakat luas. Para pemuda ini berharap apa yang dilakukan ini bisa menggugah kesadaran masyarakat akan pentingnya jalan bagi aktifitas sehari-hari dan sudah saatnya kita tidak lagi bergantung kepada pemerintah atau dinas terkait mengingat di jalan tersebut sudah beberapa kali terjadi kecelakaan kecil.

Dana untuk membeli batu urukan berasal dari beberapa warga dan juga perangkat desa Karanganyar yang juga merasa peduli dengan kondisi jalan tersebut. Mereka berharap pemerintah setempat memperhatikan kondisi jalan di desa mereka. Desa Karanganyar dan Pinggirpapas ini letaknya tidak terlalu jauh dari pusat pemerintahan sumenep yakni hanya berjarak + 15 KM.

Romeltea Media
Bumi Garam Updated at:

Minggu, 14 Juni 2015

SMP/ SMA YAS'A Sumenep Menggelar Acara Wisuda 2015

Bumigaram,Sumenep-Untuk kesekian kalinya SMP dan SMA menggelar acara Silaturrahim dan Wisuda Putra Putri Kelas 3 SMP dan Kelas 3 SMA Tahun Ajaran 2014-2015 . Acara yang berlangsung hari Sabtu, 13/06/15 itu digelar di halaman Masjid Aminah Ponpes Mathaliul Anwar Sumenep.

Dalam acara ini undangan dihadiri oleh wali santri dan berbagai unsur terkait. Acara dimulai jam 08.48 WIB. Sebelum acara dimulai diisi dengan pembacaan beberapa puisi oleh salah seorang wisudawan dari Ponpes Mathaliul Anwar. Wisuda tahun ini diikuti oleh murid yang berasal dari santri Ponpes Mathaliul Anwar dan Ponpes Darur Rahman.

Kepala Sekolah SMA YAS A Moh. Hanto Sudarto dalam sambutannya menyampaikan terimakasih sekaligus memohon maaf atas berbagai kekurangan selama siswa belajar di SMA YAS A. Lebih lanjut Hanto menjelaskan bahwa proses belajar di SMA YASA ngeintegrasikan antara pendidikan intelektual dan pendidikan akhlaq.

“Ujian Nasional tahun ini hanya untuk mengukur dan pemetaan disaat anak akan melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi. Setelah proses wisuda ini kami menyerahkan kembali kepada wali santri.” Ungkapnya. Moh. Hanto Sudarto juga menyampaikan rencananya tahun depan akan ada program khusus BPTQ yaitu program penerjemahan Al Quran melalui Nahwu Shorrof.

Prosesi Wisudawan Wisudawati dibagi dua antara putra dan putri dan diawali dengan sungkem kepada para Kyai keluarga besar Ponpes Mathaliul Anwar. Salah seorang wisudawan dari SMA YASA Moh. Irham Maulana mewakili wisudawan/wisudawati naik ke podium kehormatan untuk menyampaikan ucapan terimakasih kepada orang tua dan guru yang telah yang telah banyak berkorban dalam kelancaran menuntut ilmu dan meminta maaf atas segala kesalahan selama menuntut ilmu dan berharap semoga ilmu yang didapat menjadi ilmu yang manfaat.

Sambutan dari pihak Yayasan disampaikan oleh KH. Mahfud Rahman. Mantan Kepala SMK Negeri 1 Sumenep itu menyampaikan beberapa hal diantaranya berbagai prestasi yang telah dicapai oleh SMP/SMA YASA. Tahun 2015 ini predikat wisudawan dan wisudawati diraih oleh Moh. Irham Maulana dan Ruhmi yang kebetulan keduanya berasal dari desa yang sama yaitu Pinggirpapas.  (AJ)

Romeltea Media
Bumi Garam Updated at:

Selasa, 09 Juni 2015

Haflatul Imtihan Ke-1 Ponpes Darur Rahman Sumenep

Suasana Haflatul Imtihan Ponpes Darur Rahman
Bumigaram,Sumenep- Untuk pertama kalinya Pondok Pesantren Darur Rahman Sumenep menyelenggarakan acara Haflatul Imtihan sejak pesantren ini berdiri pada tahun 2011 lalu. Haflatul Imtihan yang berlangsung pada Sabtu, 6 Juni 2015 itu berlangsung cukup meriah meski hanya dihadiri oleh keluarga besar Ponpes Darur Rahman saja. Panitia sengaja tidak menyebar undangan untuk khalayak ramai mengingat keterbatasan tempat dan juga waktu persiapan yang sangat singkat.

Dalam sambutannya ketua panitia yang diwakili oleh Ustad Moh. Said menyampaikan terimakasih kepada semua pihak yang telah ikut berpartisipasi untuk kelancaran acara. Sementara dalam sambutannya Keluarga Besar Pondok Pesantren Darur Rahman yang disampaikan oleh KH. Ahmad Fadlan Masykuri mengingatkan para santri agar tidak cepat puas dengan apa yang telah dicapai selama ini. Beliau juga menyampaikan beberapa kalam dari guru beliau Abuya As Sayyid Muhammad Alawi Al Maliki  diantaranya”Barangsiapa yang menyangka dirinya sudah sampai, maka sesungguhnya dia belum sampai.” Dan juga kalam Abuya ,” Percuma orang pintar jika tidak disertai dengan akhlaq dan adab”. Oleh karenanya KH. Ahmad Fadlan Masykuri mengingatkan para santri agar senantiasa menjalin hubungan dengan Pondok Pesantren dan tetap memberikan kontribusi positif untuk kemajuan pesantren meski telah lulus dan kembali ke desanya masing-masing.

“Salah satu kalam Abuya yang harus kalian ingat adalah bahwa kalian selamanya adalah Santri, jadi tidak cukup hanya di pesantren saja, dimanapun kalian berada harus tetap mencari ilmu.” Ungkap KH. Ahmad Fadlan Masykuri sebelum mengakhiri sambutannya.

Dalam acara tersebut juga ditampilkan beberapa kreatifitas santri dalam bentuk pementasan Puisi dan Drama. Acara diakhiri dengan do’a yang dipimpin oleh Habib Husein Hamid Al-Khered. Rencananya acara Haflatul Imtihan berikutnya akan melibatkan wali santri dan juga berbagai pihak terkait. (AJ)

Romeltea Media
Bumi Garam Updated at:

Rabu, 03 Juni 2015

RA Raudlatul Iman Gelar Acara Widusa IX

Suasana Acara Wisuda
Tahun Pelajaran 2014-2015 RA. Raudlatul Iman Desa Pinggirpapas kembali menggelar acara "Widusa IX RA Raudlatul Iman" Rabu, 3 Juni 2015. Bertempat di depan RA Raudlatul Iman Desa Pinggirpapas Kecamatan Kalianget Kabupaten Sumenep acara berlangsung meriah dengan dihadiri undangan dari berbagai unsur yang ada di desa Pinggirpapas.

Acara yang berlangsung pada pagi hari itu di awali dengan pembukaan dilanjutkan dengan pembacaan Al-Qur'an dan Wisuda murid kelas B. Dalam sambutannya Ketua Yayasan RA Raudlatul Iman Kusno Wahyudi menyampaikan terimakasih kepada wali murid dan berbagai pihak yang telah membantu terlaksananya acara. Lebih lanjut Kusno menjelaskan bahwa RA Raudlatul Iman didirikan dari swadaya murni masyarakat Pinggirpapas dan tetap berharap agar RA ini dijaga bersama. Terkait sarana pendidikan Kusno menjelaskan bahwa saat ini RA Raudlatul Iman telah memiliki satu buah alat InFocus yang siap digunakan sebagai penunjang pembelajaran di RA Raudlatul Iman.

Sementara Kepala Desa Pinggirpapas yang diwakili oleh Sekdes Suhrawi menyampaikan terimakasih kepada pihak RA atas kerjasamanya khususnya di bidang pendidikan sehingga diharapkan kedepan anak-anak Pinggirpapas menjadi generasi yang cerdas dan berakhlaq mulia. 

Romeltea Media
Bumi Garam Updated at:

Minggu, 31 Mei 2015

PT Garam Tandatangani MoU Pengusutan Kasus Korupsi

Dirut PT Garam Usman Perdanakusuma, Metrotvnews.com/ Amaluddin
PT Garam (Persero) dan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim menandatangani nota kesepakatan bersama atau MoU. MoU itu bertujuan memperlancar proses pengusutan dua kasus dugaan korupsi di lingkungan BUMN.

MOU tersebut ditanda tangani oleh Dirut PT Garam Usman Perdanakusuma dan Kepala Kejati Jatim, Elvis Johnny. Dalam penandatanganan MOU tersebut juga hadir sejumlah pejabat teras PT Garam dan pejabat utama Kejati, terutama bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun) yang digelar di lantai 3 kantor Kejati dan dilaksanakan secara tertutup.

Usman  mengatakan pihaknya menggandeng Kejati untuk mengawal penyerapan penyertaan modal negara (PMN) yang tahun ini diterima PT Garam dari pemerintah sebesar Rp300 miliar. Dana tersebut akan digunakan untuk pembangunan pabrik garam, pengembalian aset, dan pengembangan produksi garam.

"Saat ini PT Garam berencana untuk membangun empat pabrik di Sampang dan Sumenep, juga satu pabrik di Kupang, Nusa Tenggara Timur. Untuk pembangunan pabrik di Sampang dan Sumenep saja membutuhkan dana Rp 400 miliar," kata Usman menandatangani MOU di kantor Kejati, Jalan A. Yani, Surabaya, Senin (13/4/2015).

Dia menambahkan, pembangunan pabrik garam diperlukan untuk menekan importisasi garam industri yang setiap tahun mencapai 2 juta ton. Padahal, setiap tahun Indonesia mengalami surplus sebanyak 1 juta ton garam. "Kita targetkan tahun ini sudah beres," imbuhnya.

Namun dalam rencana tersebut, lanjut dia, pihaknya terbentur terkait penguasaan lahan yang saat ini banyak dimiliki oleh individu secara sepihak. Dan saat ini, kata dia, total lahan yang kini diproses untuk diambil kembali seluas 400 ribu hektare.

"Dalam hal ini kita gandeng Kejati, untuk meminta pertimbangan hukum sekaligus mengawal. Karena ada pihak sengeketa aset dengan kita sampai ke Mahkamah Agung," sambungnya.

Dan beberapa aset berupa lahan dan bangunan milik PT Garam sudah lepas ke pihak swasta setelah sempat terjadi sengketa di pengadilan. Dia mengaku tidak bisa merebut kembali aset yang sudah dimenangkan secara hukum oleh pihak swasta, termasuk aset lahan PT Garam di Salemba, Jakarta, yang kini dikuasai pihak swasta.

"Ini kan sudah proses hukum, jadi kami tidak bisa berbuat apa-apa lagi," tandasnya.

Sekedar diketahui bahwasanya sejak 2013 lalu tiga kasus dugaan penyimpangan di PT Garam diusut Kejati. Pertama yang diusut ialah dugaan penyimpangan penjualan aset lahan milik PT Garam di Salemba, Jakarta. Sempat ada tersangkanya, namun penyidikan kasus ini berakhir antiklimaks. Kasus dihentikan pertengahan 2014 lalu.

Kini, Kejati menyidik dua kasus dugaan korupsi di PT Garam, yakni dugaan penyimpangan penjualan 10 ribu ton garam senilai Rp 2,5 miliar dan dugaan korupsi dana PKBL Rp 93 miliar. Dua kasus ini menyeret Slamet Untung Irredenta, mantan Dirut PT Garam, sebagai tersangka. (Metrotvnews.com)

Romeltea Media
Bumi Garam Updated at:

Bupati Sumenep Hadiri Pertemuan Rutin Ikama



Bumigaram,Sumenep-Pertemuan rutin  Ikama (Ikatan Alumni Mathaliul Anwar) kembali digelar minggu, 31 Mei 2015. Kali ini yang menjadi tuan rumah adalah Moh.Syakur selaku Kepala Desa Jadung Kecamatan Dungkek. Meski menempuh jarak puluhan kilometer tidak menyurutkan semangat para Alumni Ponpes Mathaliul Anwar untuk menghadiri acara ini.

Acara kali ini terasa berbeda karena dihadiri oleh salah seorang Alumni Ponpes Mathaliul Anwar sekaligus Bupati Sumenep KH. Busyro Karim. Di sela-sela kesibukannya selaku Bupati Sumenep Abuya (sapaan akrabnya) menyempatkan diri untuk hadir dan berbaur dengan alumni lainnya dalam suasana penuh keakraban

Seperti biasa pertemuan ini dihadiri oleh Pengasuh Ponpes Mathaliul Anwar KH. Abus Suyuf Ibnu Abdillah (KH.Said Abdullah).Acara diawali dengan Khatmil Qur'an dan Doa yang dikhususkan untuk Pendiri Ponpes Mathaliul Anwar KH. Abdullah Bin Husein. Selanjutnya pembacaan sholawat dibacakan oleh K.Abdul Qomar dari Desa Pagarbatu Kecamatan Saronggi.

Sekretaris Ikama Ustad Badri kemudian memberikan kesempatan kepada ketua Ikama untuk menyampaikan sambutan. KH. Ahmad Rasidi selaku ketua Ikama dalam sambutannya mengajak para alumni untuk terus mendoakan pengasuh agar selalu diberi kesehatan.
Para alumni dalam kesempatan ini juga mengikuti Pengajian Kitab oleh KH. Abus Suyuf Ibnu Abdillah.

Romeltea Media
Bumi Garam Updated at:

Kades Jadung Jadi Tuan Rumah Pertemuan Rutin Ikama

Suasana Pengajian Kitab
Bumigaram,Sumenep-Pertemuan kedua di tahun 2015 Ikama (Ikatan Alumni Mathaliul Anwar) kembali digelar minggu, 31 Mei 2015. Kali ini yang menjadi tuan rumah adalah Moh.Syakur selaku Kepala Desa Jadung Kecamatan Dungkek. Meski menempuh jarak puluhan kilometer tidak menyurutkan semangat para Alumni Ponpes Mathaliul Anwar untuk menghadiri acara ini.

Seperti biasa pertemuan ini dihadiri oleh Pengasuh Ponpes Mathaliul Anwar KH. Abus Suyuf Ibnu Abdillah. Selain itu pertemuan kali ini juga dihadiri oleh salah satu alumni yang menjabat sebagai Bupati Sumenep KH. Busyro Karim. Acara diawali dengan Khatmil Qur'an dan Doa yang dikhususkan untuk Pendiri Ponpes Mathaliul Anwar KH. Abdullah Bin Husein. Selanjutnya pembacaan sholawat dibacakan oleh K.Abdul Qomar dari Desa Pagarbatu Kecamatan Saronggi.

Sekretaris Ikama Ustad Badri kemudian memberikan kesempatan kepada ketua Ikama untuk menyampaikan sambutan. KH. Ahmad Rasidi selaku ketua Ikama dalam sambutannya mengajak para alumni untuk terus mendoakan pengasuh agar selalu diberi kesehatan.
Para alumni dalam kesempatan ini juga mengikuti Pengajian Kitab oleh KH. Abus Suyuf Ibnu Abdillah.

Romeltea Media
Bumi Garam Updated at:

Selasa, 19 Mei 2015

PT Garam Siap Serap Garam Rakyat

 

Dapat Dana Rp 300 M, PT Garam Serap Garam Rakyat  

Petani garam. ANTARA/Saiful Bahri
TEMPO.CO, Surabaya - Perusahaan milik negara, PT Garam (Persero), berencana menggunakan mayoritas penyertaan modal negara (PMN) yang diberikan pemerintah untuk menyerap garam rakyat. PMN yang diterima PT Garam dari Kementerian Badan Usaha Milik Negara pada periode ini senilai Rp 300 miliar.

"Sebanyak Rp 222 miliar untuk menyerap 400 ribu ton garam rakyat sekaligus sebagai stabilisator harga. Jadi, ketika harga garam rakyat turun, PT Garam masuk. Tapi kalau harga bagus, kami diam, tidak melakukan penyerapan," kata Direktur Utama PT Garam Usman Perdana Kusuma di kantor Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, Senin, 13 April 2015.

Berikutnya, sebanyak Rp 68 miliar digunakan PT Garam untuk membangun pabrik garam olahan berkapasitas 60 ribu ton di kawasan Camplong, Kabupaten Sampang, Madura. Sedangkan Rp 7 miliar dialokasikan untuk pengembangan lahan 5.000 hektare di Teluk Kupang, Nusa Tenggara Timur. "Sisanya, yakni Rp 3 miliar, untuk aplikasi teknologi geomembran di on-farm kami," katanya.

Usman mengungkapkan, lahan seluas 5.000 hektare di Teluk Kupang, NTT, disiapkan untuk menekan laju importasi garam industri. Lahan itu diperkirakan mampu menghasilkan garam setara dengan garam industri 600 ribu ton per tahun. "Selama ini Indonesia mengimpor sekitar 2 juta ton garam industri setiap tahun," tuturnya.

Pihaknya telah mengajukan surat kepada Kementerian Agraria dan Tata Ruang agar diberi hak pengelolaan lahan. Sayangnya, sampai saat ini lahan itu belum berstatus ditelantarkan. Pasalnya, syarat pengelolaan lahan ialah harus berstatus ditelantarkan.

Usman mengakui, ketidaktersediaan lahan menjadi kendala utama bagi perusahaannya untuk mengembangkan pengelolaan lahan garam industri. "Ternyata 3.000 hektare di atasnya ada eks pengungsi Timor Leste, 1.600 hektare ada masyarakat juga," ujarnya.

Meski selalu berkoordinasi dengan Kementerian Perindustrian dan Kementerian Perdagangan serta Kementerian Agraria dan Tata Ruang, PT Garam merancang rencana cadangan bila persoalan pembebasan lahan tak kunjung usai. PT Garan akan mengajukan permohonan pembangunan dua pabrik tambahan senilai Rp 400 miliar di Sumenep kepada pemerintah.

Pabrik itu diproyeksikan menghasilkan 350-400 ribu ton garam industri. Caranya, kata Usman, dengan meningkatkan kadar NHCl garam rakyat yang hanya 96 persen menjadi 99 persen. "Itu setara dengan garam industri, sehingga bisa menekan laju importasi garam 35-40 persen dari kebutuhan garam nasional sekitar Rp 2 juta ton garam industri yang selama ini diimpor oleh Indonesia," tuturnya.

Untuk mengawal penerimaan PMN tersebut, PT Garam menggandeng Kejaksaan Tinggi Jawa Timur untuk memberikan pertimbangan-pertimbangan hukum. Kepala Kejaksaan Tinggi Jatim Elvis Jhonny mengatakan nota kesepahaman itu merupakan perpanjangan nota kesepahaman sebelumnya.

Mekanisme kerja sama dalam nota itu, menurut Elvis, ialah pendampingan dalam proyek fisik sampai proses penunjukan saja. Kejaksaan Tinggi berharap pendampingan hukum bisa mengurangi bahkan menghilangkan potensi penyimpangan. (tempo.co)

Romeltea Media
Bumi Garam Updated at:

Arus Deras Hanyutkan Nelayan dan Pagannya


Bumigaramnews,Sumenep- Arus bawah laut yang cukup deras Jum'at (20/02/15) dini hari menghanyutkan beberapa pagan beserta nelayan yang berada di atasnya. Kejadian ini menimpa beberapa nelayan asal desa Pinggirpapas Kecamatan Kalianget. Moh.Sadik salah satu warga yang ikut hanyut menuturkan dia dan  seorang temannya yang berada di atas pagan sempat menangis saat arus deras disertai angin membawa pagannya sejauh puluhan kilometer sebelum akhirnya ditemukan oleh nelayan lain yang berusaha mencari keberadaan mereka beberapa jam setelah sempat terombang-ambing di lautan. Sedangkan nelayan lainnya Ahmad tidak mengetahui pagannya hanyut karena saat kejadian dirinya dan teman-temannya telah pulang pada tengah malam, sementara kejadian berlangsung saat dini hari. Dalam kejadian ini sedikitkan sepuluh pagan hanyut.
Pagan-pagan yang hanyut letaknya berada di laut diantara wilayah Desa Tanjung dan Giligenting. Sebelumnya beberapa hari terakhir para nelayandi wilayah desa Pinggirpapas dan Karanganyar merasa senang karena hasil tangkapan ikan mereka lumanyan banyak hingga bernilai jutaan rupiah. Mereka berharap kejadian ini tidak terulang lagi mengingat biaya untuk pembuatan satu pagan saja membutuhkan dana hingga sepuluh juta rupiah. (Aby)

Romeltea Media
Bumi Garam Updated at:

Senin, 02 Februari 2015

Gus Mis: Madura Seharusnya Punya Institut Pertanian

image 
SUMENEP – Tim Kampanye Nasional Jokowi-JK, Zuhairi Misrawi bersilaturahmi sekaligus serap aspirasi dengan petani garam Desa Pinggir Papas dan Karang Anyar. Dalam pertemuan yang difasilitasi Komunitas Mata Desa dan Organisasi Pemuda Karang Anyar (Opera) ini, Zuhairi memaparkan berbagai program Jokowi-JK yang disampaikannya selama masa kampanye.
“Dengan program Indonesia pintar, Pak Jokowi berharap masyarakat menjadi lebih berkualitas. Sehingga pembangunan ke depan, benar-benar dapat dirasakan semua lapisan masyarakat bawah,” ujar Zuhairi, Jumat (1/8/2014).
Intelektual muda NU kelahiran Kapeda, Madura ini menuturkan, program Jokowi ke depan benar-benar ingin diawasi. Sehingga program seperti bank nelayan, bank petani, Indonesia sehat sampai pada rakyat bawah. Pria yang akrab disapa Gus Mis ini juga menegaskan, Madura sebagai masyarakat yang hidup dari pertanian dan laut, sudah seharusnya memiliki perguruan tinggi yang bisa meningkatkan hasil produksi pertanian.
“Sudah seharusnya Madura punya perguruan tinggi yang konsen dalam pertanian seperti IPB. Sehingga pola pertanian masyarakat sudah dapat memanfaatkan perkembangan teknologi,” tegas mantan staf ahli Ketua MPR almarhum Taufik Kiemas ini.
Sementara itu, koordinator Komunitas Mata Desa, Salamet Wahedi mengungkapkan, bahwa serap aspirasi yang dilakukan tim kampanye nasional ini tentunya merupakan langkah konkret Jokowi dan jajarannya untuk lebih meningkatkan kehidupan rakyat dan membenahi mental para aparatur negara.
“Saya harap serap aspirasi ini menjadi masukan penting buat Pak Jokowi dan jajaran kabinetnya nanti untuk memprioritaskan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat,” jelas Wahedi.
Dalam serap aspirasi yang dilaksanakan di perpustakaan Romah Sangkol ini, para petani garam mengutarakan beberapa persoalan yang membelitnya selama ini. Para petani garam mengharapkan pemerintahan Jokowi dapat menjaga kestabilan harga garam, penerapan teknologi garam pada pertanian rakyat, peningkatan upah dan perlindungan kerja buruh PT Garam, pengelolaan CSR PT Garam untuk lingkungan dan fasilitas umum, dan perbaikan sistem bantuan ‘PUGAR’ yang salah sasaran.
“Berbagai keluhan masyarakat itu bukan hanya terjadi pada hari ini. Tapi berbagai persoalan itu merupakan catatan panjang yang tak terselesaikan. Kita akan tunggu bagaimana Pak Jokowi dan kabinetnya merevolusi mental para penyelenggara negeri ini dalam melayani masyarakat,” tandas alumni Universitas Gadjah Mada ini. (set)

Romeltea Media
Bumi Garam Updated at:

Senin, 19 Januari 2015

Sungkono Sidik Hadiri Peringatan Maulid Nabi di Desa Karanganyar

Sumenep-Memasuki hari ke 19 di bulan Januari 2015 warga Desa Karanganyar Kec.Kalianget Kabupaten Sumenep seperti biasa memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Puncak acara peringatan maulid tahun ini ditempatkan di Mesjid Al-Amien Desa Karanganyar dan dihadiri oleh  warga dari Desa Karanganyar, Pinggirpapas dan desa sekitarnya..
Peringatan Maulid Nabi kali ini terasa istimewa, hal ini karena peringatan kali ini dihadiri oleh Wakil Bupati Sumenep Sungkono Sidik. Selain dihadiri Wakil Bupati acara ini juga di isi dengan tausiyah yang disampaikan oleh DR. KH. Imam Mawardi.
Dalam tausiyahnya KH. Imam Mawardi menyampaikan tentang meneladani sikap Rasulullah dan bagaimana memaknai dan melaksakan berbagai macam ibadah sebagai wujud kecintaan kita kepada Allah dan Rasul-Nya.

Romeltea Media
Bumi Garam Updated at:

Jumat, 21 November 2014

Sampah Kembali Memenuhi Sungai Pinggirpapas

Kondisi sungai di Dusun Dhalem
bumigaram,Sumenep- Setelah sempat dikeruk beberapa bulan lalu keadan sungai di pinggiran desa Pinggirpapas kec. Kalianget tepatnya di sebelah barat dusun Kauman dan Dusun Dhalem kembali dipenuhi berbagai macam sampah. Sebelumnya pada bulan Juni 2014 lalu sungai ini dikeruk setelah puluhan tahun dibiarkan dangkal dan dipenuhi sampah serta mengalami penyempitan.
Kondisi sungai sempat terlihat bersih beberapa hari ketika baru selesai dikeruk, namun hal ini tidak berlangsung lama karena warga setempat  kurang menyadari akan pentingnya lingkungan yang bersih dan sehat. Umumnya warga  membuang sampah sembarangan dan parahnya sampah-sampah tersebut kemudian dilempar begitu saja ke sungai. Sejauh ini belum terlihat upaya pemerintah desa setempat untuk mengatasi permasalahan ini.

Romeltea Media
Bumi Garam Updated at:

 
back to top