Minggu, 14 Juni 2015

SMP/ SMA YAS'A Sumenep Menggelar Acara Wisuda 2015

Bumigaram,Sumenep-Untuk kesekian kalinya SMP dan SMA menggelar acara Silaturrahim dan Wisuda Putra Putri Kelas 3 SMP dan Kelas 3 SMA Tahun Ajaran 2014-2015 . Acara yang berlangsung hari Sabtu, 13/06/15 itu digelar di halaman Masjid Aminah Ponpes Mathaliul Anwar Sumenep.

Dalam acara ini undangan dihadiri oleh wali santri dan berbagai unsur terkait. Acara dimulai jam 08.48 WIB. Sebelum acara dimulai diisi dengan pembacaan beberapa puisi oleh salah seorang wisudawan dari Ponpes Mathaliul Anwar. Wisuda tahun ini diikuti oleh murid yang berasal dari santri Ponpes Mathaliul Anwar dan Ponpes Darur Rahman.

Kepala Sekolah SMA YAS A Moh. Hanto Sudarto dalam sambutannya menyampaikan terimakasih sekaligus memohon maaf atas berbagai kekurangan selama siswa belajar di SMA YAS A. Lebih lanjut Hanto menjelaskan bahwa proses belajar di SMA YASA ngeintegrasikan antara pendidikan intelektual dan pendidikan akhlaq.

“Ujian Nasional tahun ini hanya untuk mengukur dan pemetaan disaat anak akan melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi. Setelah proses wisuda ini kami menyerahkan kembali kepada wali santri.” Ungkapnya. Moh. Hanto Sudarto juga menyampaikan rencananya tahun depan akan ada program khusus BPTQ yaitu program penerjemahan Al Quran melalui Nahwu Shorrof.

Prosesi Wisudawan Wisudawati dibagi dua antara putra dan putri dan diawali dengan sungkem kepada para Kyai keluarga besar Ponpes Mathaliul Anwar. Salah seorang wisudawan dari SMA YASA Moh. Irham Maulana mewakili wisudawan/wisudawati naik ke podium kehormatan untuk menyampaikan ucapan terimakasih kepada orang tua dan guru yang telah yang telah banyak berkorban dalam kelancaran menuntut ilmu dan meminta maaf atas segala kesalahan selama menuntut ilmu dan berharap semoga ilmu yang didapat menjadi ilmu yang manfaat.

Sambutan dari pihak Yayasan disampaikan oleh KH. Mahfud Rahman. Mantan Kepala SMK Negeri 1 Sumenep itu menyampaikan beberapa hal diantaranya berbagai prestasi yang telah dicapai oleh SMP/SMA YASA. Tahun 2015 ini predikat wisudawan dan wisudawati diraih oleh Moh. Irham Maulana dan Ruhmi yang kebetulan keduanya berasal dari desa yang sama yaitu Pinggirpapas.  (AJ)

Romeltea Media
Bumi Garam Updated at:

Selasa, 09 Juni 2015

Haflatul Imtihan Ke-1 Ponpes Darur Rahman Sumenep

Suasana Haflatul Imtihan Ponpes Darur Rahman
Bumigaram,Sumenep- Untuk pertama kalinya Pondok Pesantren Darur Rahman Sumenep menyelenggarakan acara Haflatul Imtihan sejak pesantren ini berdiri pada tahun 2011 lalu. Haflatul Imtihan yang berlangsung pada Sabtu, 6 Juni 2015 itu berlangsung cukup meriah meski hanya dihadiri oleh keluarga besar Ponpes Darur Rahman saja. Panitia sengaja tidak menyebar undangan untuk khalayak ramai mengingat keterbatasan tempat dan juga waktu persiapan yang sangat singkat.

Dalam sambutannya ketua panitia yang diwakili oleh Ustad Moh. Said menyampaikan terimakasih kepada semua pihak yang telah ikut berpartisipasi untuk kelancaran acara. Sementara dalam sambutannya Keluarga Besar Pondok Pesantren Darur Rahman yang disampaikan oleh KH. Ahmad Fadlan Masykuri mengingatkan para santri agar tidak cepat puas dengan apa yang telah dicapai selama ini. Beliau juga menyampaikan beberapa kalam dari guru beliau Abuya As Sayyid Muhammad Alawi Al Maliki  diantaranya”Barangsiapa yang menyangka dirinya sudah sampai, maka sesungguhnya dia belum sampai.” Dan juga kalam Abuya ,” Percuma orang pintar jika tidak disertai dengan akhlaq dan adab”. Oleh karenanya KH. Ahmad Fadlan Masykuri mengingatkan para santri agar senantiasa menjalin hubungan dengan Pondok Pesantren dan tetap memberikan kontribusi positif untuk kemajuan pesantren meski telah lulus dan kembali ke desanya masing-masing.

“Salah satu kalam Abuya yang harus kalian ingat adalah bahwa kalian selamanya adalah Santri, jadi tidak cukup hanya di pesantren saja, dimanapun kalian berada harus tetap mencari ilmu.” Ungkap KH. Ahmad Fadlan Masykuri sebelum mengakhiri sambutannya.

Dalam acara tersebut juga ditampilkan beberapa kreatifitas santri dalam bentuk pementasan Puisi dan Drama. Acara diakhiri dengan do’a yang dipimpin oleh Habib Husein Hamid Al-Khered. Rencananya acara Haflatul Imtihan berikutnya akan melibatkan wali santri dan juga berbagai pihak terkait. (AJ)

Romeltea Media
Bumi Garam Updated at:

Rabu, 03 Juni 2015

RA Raudlatul Iman Gelar Acara Widusa IX

Suasana Acara Wisuda
Tahun Pelajaran 2014-2015 RA. Raudlatul Iman Desa Pinggirpapas kembali menggelar acara "Widusa IX RA Raudlatul Iman" Rabu, 3 Juni 2015. Bertempat di depan RA Raudlatul Iman Desa Pinggirpapas Kecamatan Kalianget Kabupaten Sumenep acara berlangsung meriah dengan dihadiri undangan dari berbagai unsur yang ada di desa Pinggirpapas.

Acara yang berlangsung pada pagi hari itu di awali dengan pembukaan dilanjutkan dengan pembacaan Al-Qur'an dan Wisuda murid kelas B. Dalam sambutannya Ketua Yayasan RA Raudlatul Iman Kusno Wahyudi menyampaikan terimakasih kepada wali murid dan berbagai pihak yang telah membantu terlaksananya acara. Lebih lanjut Kusno menjelaskan bahwa RA Raudlatul Iman didirikan dari swadaya murni masyarakat Pinggirpapas dan tetap berharap agar RA ini dijaga bersama. Terkait sarana pendidikan Kusno menjelaskan bahwa saat ini RA Raudlatul Iman telah memiliki satu buah alat InFocus yang siap digunakan sebagai penunjang pembelajaran di RA Raudlatul Iman.

Sementara Kepala Desa Pinggirpapas yang diwakili oleh Sekdes Suhrawi menyampaikan terimakasih kepada pihak RA atas kerjasamanya khususnya di bidang pendidikan sehingga diharapkan kedepan anak-anak Pinggirpapas menjadi generasi yang cerdas dan berakhlaq mulia. 

Romeltea Media
Bumi Garam Updated at:

Minggu, 31 Mei 2015

PT Garam Tandatangani MoU Pengusutan Kasus Korupsi

Dirut PT Garam Usman Perdanakusuma, Metrotvnews.com/ Amaluddin
PT Garam (Persero) dan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim menandatangani nota kesepakatan bersama atau MoU. MoU itu bertujuan memperlancar proses pengusutan dua kasus dugaan korupsi di lingkungan BUMN.

MOU tersebut ditanda tangani oleh Dirut PT Garam Usman Perdanakusuma dan Kepala Kejati Jatim, Elvis Johnny. Dalam penandatanganan MOU tersebut juga hadir sejumlah pejabat teras PT Garam dan pejabat utama Kejati, terutama bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun) yang digelar di lantai 3 kantor Kejati dan dilaksanakan secara tertutup.

Usman  mengatakan pihaknya menggandeng Kejati untuk mengawal penyerapan penyertaan modal negara (PMN) yang tahun ini diterima PT Garam dari pemerintah sebesar Rp300 miliar. Dana tersebut akan digunakan untuk pembangunan pabrik garam, pengembalian aset, dan pengembangan produksi garam.

"Saat ini PT Garam berencana untuk membangun empat pabrik di Sampang dan Sumenep, juga satu pabrik di Kupang, Nusa Tenggara Timur. Untuk pembangunan pabrik di Sampang dan Sumenep saja membutuhkan dana Rp 400 miliar," kata Usman menandatangani MOU di kantor Kejati, Jalan A. Yani, Surabaya, Senin (13/4/2015).

Dia menambahkan, pembangunan pabrik garam diperlukan untuk menekan importisasi garam industri yang setiap tahun mencapai 2 juta ton. Padahal, setiap tahun Indonesia mengalami surplus sebanyak 1 juta ton garam. "Kita targetkan tahun ini sudah beres," imbuhnya.

Namun dalam rencana tersebut, lanjut dia, pihaknya terbentur terkait penguasaan lahan yang saat ini banyak dimiliki oleh individu secara sepihak. Dan saat ini, kata dia, total lahan yang kini diproses untuk diambil kembali seluas 400 ribu hektare.

"Dalam hal ini kita gandeng Kejati, untuk meminta pertimbangan hukum sekaligus mengawal. Karena ada pihak sengeketa aset dengan kita sampai ke Mahkamah Agung," sambungnya.

Dan beberapa aset berupa lahan dan bangunan milik PT Garam sudah lepas ke pihak swasta setelah sempat terjadi sengketa di pengadilan. Dia mengaku tidak bisa merebut kembali aset yang sudah dimenangkan secara hukum oleh pihak swasta, termasuk aset lahan PT Garam di Salemba, Jakarta, yang kini dikuasai pihak swasta.

"Ini kan sudah proses hukum, jadi kami tidak bisa berbuat apa-apa lagi," tandasnya.

Sekedar diketahui bahwasanya sejak 2013 lalu tiga kasus dugaan penyimpangan di PT Garam diusut Kejati. Pertama yang diusut ialah dugaan penyimpangan penjualan aset lahan milik PT Garam di Salemba, Jakarta. Sempat ada tersangkanya, namun penyidikan kasus ini berakhir antiklimaks. Kasus dihentikan pertengahan 2014 lalu.

Kini, Kejati menyidik dua kasus dugaan korupsi di PT Garam, yakni dugaan penyimpangan penjualan 10 ribu ton garam senilai Rp 2,5 miliar dan dugaan korupsi dana PKBL Rp 93 miliar. Dua kasus ini menyeret Slamet Untung Irredenta, mantan Dirut PT Garam, sebagai tersangka. (Metrotvnews.com)

Romeltea Media
Bumi Garam Updated at:

Bupati Sumenep Hadiri Pertemuan Rutin Ikama



Bumigaram,Sumenep-Pertemuan rutin  Ikama (Ikatan Alumni Mathaliul Anwar) kembali digelar minggu, 31 Mei 2015. Kali ini yang menjadi tuan rumah adalah Moh.Syakur selaku Kepala Desa Jadung Kecamatan Dungkek. Meski menempuh jarak puluhan kilometer tidak menyurutkan semangat para Alumni Ponpes Mathaliul Anwar untuk menghadiri acara ini.

Acara kali ini terasa berbeda karena dihadiri oleh salah seorang Alumni Ponpes Mathaliul Anwar sekaligus Bupati Sumenep KH. Busyro Karim. Di sela-sela kesibukannya selaku Bupati Sumenep Abuya (sapaan akrabnya) menyempatkan diri untuk hadir dan berbaur dengan alumni lainnya dalam suasana penuh keakraban

Seperti biasa pertemuan ini dihadiri oleh Pengasuh Ponpes Mathaliul Anwar KH. Abus Suyuf Ibnu Abdillah (KH.Said Abdullah).Acara diawali dengan Khatmil Qur'an dan Doa yang dikhususkan untuk Pendiri Ponpes Mathaliul Anwar KH. Abdullah Bin Husein. Selanjutnya pembacaan sholawat dibacakan oleh K.Abdul Qomar dari Desa Pagarbatu Kecamatan Saronggi.

Sekretaris Ikama Ustad Badri kemudian memberikan kesempatan kepada ketua Ikama untuk menyampaikan sambutan. KH. Ahmad Rasidi selaku ketua Ikama dalam sambutannya mengajak para alumni untuk terus mendoakan pengasuh agar selalu diberi kesehatan.
Para alumni dalam kesempatan ini juga mengikuti Pengajian Kitab oleh KH. Abus Suyuf Ibnu Abdillah.

Romeltea Media
Bumi Garam Updated at:

Kades Jadung Jadi Tuan Rumah Pertemuan Rutin Ikama

Suasana Pengajian Kitab
Bumigaram,Sumenep-Pertemuan kedua di tahun 2015 Ikama (Ikatan Alumni Mathaliul Anwar) kembali digelar minggu, 31 Mei 2015. Kali ini yang menjadi tuan rumah adalah Moh.Syakur selaku Kepala Desa Jadung Kecamatan Dungkek. Meski menempuh jarak puluhan kilometer tidak menyurutkan semangat para Alumni Ponpes Mathaliul Anwar untuk menghadiri acara ini.

Seperti biasa pertemuan ini dihadiri oleh Pengasuh Ponpes Mathaliul Anwar KH. Abus Suyuf Ibnu Abdillah. Selain itu pertemuan kali ini juga dihadiri oleh salah satu alumni yang menjabat sebagai Bupati Sumenep KH. Busyro Karim. Acara diawali dengan Khatmil Qur'an dan Doa yang dikhususkan untuk Pendiri Ponpes Mathaliul Anwar KH. Abdullah Bin Husein. Selanjutnya pembacaan sholawat dibacakan oleh K.Abdul Qomar dari Desa Pagarbatu Kecamatan Saronggi.

Sekretaris Ikama Ustad Badri kemudian memberikan kesempatan kepada ketua Ikama untuk menyampaikan sambutan. KH. Ahmad Rasidi selaku ketua Ikama dalam sambutannya mengajak para alumni untuk terus mendoakan pengasuh agar selalu diberi kesehatan.
Para alumni dalam kesempatan ini juga mengikuti Pengajian Kitab oleh KH. Abus Suyuf Ibnu Abdillah.

Romeltea Media
Bumi Garam Updated at:

Selasa, 19 Mei 2015

PT Garam Siap Serap Garam Rakyat

 

Dapat Dana Rp 300 M, PT Garam Serap Garam Rakyat  

Petani garam. ANTARA/Saiful Bahri
TEMPO.CO, Surabaya - Perusahaan milik negara, PT Garam (Persero), berencana menggunakan mayoritas penyertaan modal negara (PMN) yang diberikan pemerintah untuk menyerap garam rakyat. PMN yang diterima PT Garam dari Kementerian Badan Usaha Milik Negara pada periode ini senilai Rp 300 miliar.

"Sebanyak Rp 222 miliar untuk menyerap 400 ribu ton garam rakyat sekaligus sebagai stabilisator harga. Jadi, ketika harga garam rakyat turun, PT Garam masuk. Tapi kalau harga bagus, kami diam, tidak melakukan penyerapan," kata Direktur Utama PT Garam Usman Perdana Kusuma di kantor Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, Senin, 13 April 2015.

Berikutnya, sebanyak Rp 68 miliar digunakan PT Garam untuk membangun pabrik garam olahan berkapasitas 60 ribu ton di kawasan Camplong, Kabupaten Sampang, Madura. Sedangkan Rp 7 miliar dialokasikan untuk pengembangan lahan 5.000 hektare di Teluk Kupang, Nusa Tenggara Timur. "Sisanya, yakni Rp 3 miliar, untuk aplikasi teknologi geomembran di on-farm kami," katanya.

Usman mengungkapkan, lahan seluas 5.000 hektare di Teluk Kupang, NTT, disiapkan untuk menekan laju importasi garam industri. Lahan itu diperkirakan mampu menghasilkan garam setara dengan garam industri 600 ribu ton per tahun. "Selama ini Indonesia mengimpor sekitar 2 juta ton garam industri setiap tahun," tuturnya.

Pihaknya telah mengajukan surat kepada Kementerian Agraria dan Tata Ruang agar diberi hak pengelolaan lahan. Sayangnya, sampai saat ini lahan itu belum berstatus ditelantarkan. Pasalnya, syarat pengelolaan lahan ialah harus berstatus ditelantarkan.

Usman mengakui, ketidaktersediaan lahan menjadi kendala utama bagi perusahaannya untuk mengembangkan pengelolaan lahan garam industri. "Ternyata 3.000 hektare di atasnya ada eks pengungsi Timor Leste, 1.600 hektare ada masyarakat juga," ujarnya.

Meski selalu berkoordinasi dengan Kementerian Perindustrian dan Kementerian Perdagangan serta Kementerian Agraria dan Tata Ruang, PT Garam merancang rencana cadangan bila persoalan pembebasan lahan tak kunjung usai. PT Garan akan mengajukan permohonan pembangunan dua pabrik tambahan senilai Rp 400 miliar di Sumenep kepada pemerintah.

Pabrik itu diproyeksikan menghasilkan 350-400 ribu ton garam industri. Caranya, kata Usman, dengan meningkatkan kadar NHCl garam rakyat yang hanya 96 persen menjadi 99 persen. "Itu setara dengan garam industri, sehingga bisa menekan laju importasi garam 35-40 persen dari kebutuhan garam nasional sekitar Rp 2 juta ton garam industri yang selama ini diimpor oleh Indonesia," tuturnya.

Untuk mengawal penerimaan PMN tersebut, PT Garam menggandeng Kejaksaan Tinggi Jawa Timur untuk memberikan pertimbangan-pertimbangan hukum. Kepala Kejaksaan Tinggi Jatim Elvis Jhonny mengatakan nota kesepahaman itu merupakan perpanjangan nota kesepahaman sebelumnya.

Mekanisme kerja sama dalam nota itu, menurut Elvis, ialah pendampingan dalam proyek fisik sampai proses penunjukan saja. Kejaksaan Tinggi berharap pendampingan hukum bisa mengurangi bahkan menghilangkan potensi penyimpangan. (tempo.co)

Romeltea Media
Bumi Garam Updated at:

Arus Deras Hanyutkan Nelayan dan Pagannya


Bumigaramnews,Sumenep- Arus bawah laut yang cukup deras Jum'at (20/02/15) dini hari menghanyutkan beberapa pagan beserta nelayan yang berada di atasnya. Kejadian ini menimpa beberapa nelayan asal desa Pinggirpapas Kecamatan Kalianget. Moh.Sadik salah satu warga yang ikut hanyut menuturkan dia dan  seorang temannya yang berada di atas pagan sempat menangis saat arus deras disertai angin membawa pagannya sejauh puluhan kilometer sebelum akhirnya ditemukan oleh nelayan lain yang berusaha mencari keberadaan mereka beberapa jam setelah sempat terombang-ambing di lautan. Sedangkan nelayan lainnya Ahmad tidak mengetahui pagannya hanyut karena saat kejadian dirinya dan teman-temannya telah pulang pada tengah malam, sementara kejadian berlangsung saat dini hari. Dalam kejadian ini sedikitkan sepuluh pagan hanyut.
Pagan-pagan yang hanyut letaknya berada di laut diantara wilayah Desa Tanjung dan Giligenting. Sebelumnya beberapa hari terakhir para nelayandi wilayah desa Pinggirpapas dan Karanganyar merasa senang karena hasil tangkapan ikan mereka lumanyan banyak hingga bernilai jutaan rupiah. Mereka berharap kejadian ini tidak terulang lagi mengingat biaya untuk pembuatan satu pagan saja membutuhkan dana hingga sepuluh juta rupiah. (Aby)

Romeltea Media
Bumi Garam Updated at:

Senin, 02 Februari 2015

Gus Mis: Madura Seharusnya Punya Institut Pertanian

image 
SUMENEP – Tim Kampanye Nasional Jokowi-JK, Zuhairi Misrawi bersilaturahmi sekaligus serap aspirasi dengan petani garam Desa Pinggir Papas dan Karang Anyar. Dalam pertemuan yang difasilitasi Komunitas Mata Desa dan Organisasi Pemuda Karang Anyar (Opera) ini, Zuhairi memaparkan berbagai program Jokowi-JK yang disampaikannya selama masa kampanye.
“Dengan program Indonesia pintar, Pak Jokowi berharap masyarakat menjadi lebih berkualitas. Sehingga pembangunan ke depan, benar-benar dapat dirasakan semua lapisan masyarakat bawah,” ujar Zuhairi, Jumat (1/8/2014).
Intelektual muda NU kelahiran Kapeda, Madura ini menuturkan, program Jokowi ke depan benar-benar ingin diawasi. Sehingga program seperti bank nelayan, bank petani, Indonesia sehat sampai pada rakyat bawah. Pria yang akrab disapa Gus Mis ini juga menegaskan, Madura sebagai masyarakat yang hidup dari pertanian dan laut, sudah seharusnya memiliki perguruan tinggi yang bisa meningkatkan hasil produksi pertanian.
“Sudah seharusnya Madura punya perguruan tinggi yang konsen dalam pertanian seperti IPB. Sehingga pola pertanian masyarakat sudah dapat memanfaatkan perkembangan teknologi,” tegas mantan staf ahli Ketua MPR almarhum Taufik Kiemas ini.
Sementara itu, koordinator Komunitas Mata Desa, Salamet Wahedi mengungkapkan, bahwa serap aspirasi yang dilakukan tim kampanye nasional ini tentunya merupakan langkah konkret Jokowi dan jajarannya untuk lebih meningkatkan kehidupan rakyat dan membenahi mental para aparatur negara.
“Saya harap serap aspirasi ini menjadi masukan penting buat Pak Jokowi dan jajaran kabinetnya nanti untuk memprioritaskan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat,” jelas Wahedi.
Dalam serap aspirasi yang dilaksanakan di perpustakaan Romah Sangkol ini, para petani garam mengutarakan beberapa persoalan yang membelitnya selama ini. Para petani garam mengharapkan pemerintahan Jokowi dapat menjaga kestabilan harga garam, penerapan teknologi garam pada pertanian rakyat, peningkatan upah dan perlindungan kerja buruh PT Garam, pengelolaan CSR PT Garam untuk lingkungan dan fasilitas umum, dan perbaikan sistem bantuan ‘PUGAR’ yang salah sasaran.
“Berbagai keluhan masyarakat itu bukan hanya terjadi pada hari ini. Tapi berbagai persoalan itu merupakan catatan panjang yang tak terselesaikan. Kita akan tunggu bagaimana Pak Jokowi dan kabinetnya merevolusi mental para penyelenggara negeri ini dalam melayani masyarakat,” tandas alumni Universitas Gadjah Mada ini. (set)

Romeltea Media
Bumi Garam Updated at:

 
back to top